Untuk Perwali P3HA, Pemkot Petakan Masalah Anak di Palu

PALU,CS – Setelah pengesahaan, Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (P3HA) langsung disosialisasikan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersmaa Wahana Visi Indonesia (WVI)

Sosialisasi Perda ini dilaksanakan bersama dengan pemetaan permasahan anak di Kota Palu, Rabu 10 Februari 2021 di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu.

Pemetaan masalah dimaksudkan untuk menggali informasi dalam rangka penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai teknis penyelenggaraan Perda tersebut.

Sekretaris Kota (Sekkot) Palu H Asri, membuka kegiatan menyebut, Perda P3HA lahir karena masih banyaknya permasalahan anak yang terjadi di kota Palu. Berbagai bentuk kekerasan, perlakuan salah, ekploitasi dan penelantaran serta perlindungan atas kesempatan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Baca Juga :  Bakal Caleg PKB Kota Palu Jalani Uji Kelayakan

Menurut Sekkot, Perda ini lahir karena adanya indikasi pemenuhan hak anak yang belum dilakukan secara maksimal. Sehingga terjadi fenomena masih tingginya tindak kekerasan, perlakuan salah, penelantaran dan eksploitasi anak.

“Karena itu Perda ini lahir dengan itukan baik agar negara harus benar-benar hadir untuk mereduksi semua perilaku buruk tersebut. Sehingga kita berharap, Kota Palu dapat terwujud generasi anak yang sehat, cerdas dan sejahtera,”kata Sekkot.

Keberadaan Perda inipun diharap agar berbagai peristiwa yang tidak mengenakkan hati tersebut bisa tertangani dengan sokongan biaya dan politik anggaran yang memadai.

Baca Juga :  Seluruh Pintu Masuk Kota Palu Akan dibangun Gapura Selamat Datang di Kota Adipura

“Seperti masalah balita dan anak terlantar, anak yang berhadapan dengan hukum yang jumlahnya lumayan besar di Palu. Serta fenomena anak jalanan, disabilitas dan anak korban tindak kekerasan,”jelasnya.

Pihaknya lanjut Sekkot, yakin bahwa proses penyusunan Perda telah melalui Berbagai tahapan yang tidak ringkas dan sederhana. Sehingga banyak hal yabg menjadi catatan dan pertimbangan lahirnya Perda ini.

Dia berharap, kegiatan sosialisasi dan pemetaan masalah anak ini bisa melahirkan sejumlah isu yang akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan Perwali nanti.(TIM)

Pos terkait