Wawali Palu: Belajar Tatap Muka dilakukan Bila Penuhi Kriteria Epidemiologi

PALU,CS – Rencana pembelajaran tatap muka di sekolah Kota Palu akan diupayakan secepatnya dilaksanakan. Namun dengan pertimbangan-pertimbangan matang sesuai kriteria epidemiologi.

Wakil Wali Kota (Wawali) Palu Reny Lamadjido mengemukakan sejumlah hal terkait rencana itu. Menurutnya pembelajaran tatap muka akan diawali dengan percepatan vaksinasi bagi tenaga guru.

“Percepatan vaksinasi tersebut merupakan keinginan Wali Kota Palu agar proses belajar mengajar di sekolah bisa segera dilaksanakan,”kata Reny, Senin 1 Maret 2021.

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan sebelum merealisasikan belajar tatap muka jelas Reny adalah memperkuat sosialisasi. Baik ditataran sekolah maupun masyarakat.

Baca Juga :  Pasca Putusan MK, Selanjutnya Ini Yang Dilaksanakan KPU Palu

“Kami akan turun dulu ke sekolah bagaimana kesiapan sekolah dan gurunya untuk melaksanakan tatap muka,”ujarnya.

Sosialisasi akan disampaikan kepada masyarakat mengenai pola Prokes yang akan diterapkan di sekolah. Sekaligus sosialisasi kepada orang tua murid akan kesiapan tersebut.

Ini untuk menghindari Jangan sampai nanti sekolah tidak siap. Begitupun orang tua murid dan muridnya.

“Semua akan dilaksanakan sesuai kriteria epidemiologi. Karena menjalankan sesuatu tidak boleh keluar dari epidemiologi,”paparnya.

Sejauh ini jumlah tenaga guru di Kota Palu kurang lebih sebanyak 3ribu orang. Hal ini bersesuaian dengan jumlah vaksin yang tersedia di gudang farmasi yakni sekitar 6ribu vial. Karena setiap orang akan mendapat vaksin dalam dua dosis.

Baca Juga :  Wali Kota Palu Evaluasi Kinerja Pengawas Persampahan dan Padat Karya

“Sudah disampaikan kepihak gudang farmasi sesuai instruksi Gubernur Sulteng. Agar secepatnya memberi vaksin tersebut,”ujarnya lagi.

Vaksinasi terhadap tenaga guru lanjutnya dilakukan ketika proses vaksinasi yang saat ini sedang berjalan bagi tenaga kesehatan sudah terealisasi 95persen.

“Sebenarnya kalau sudah mencapai 75persen diharap sudah mencapai herd imunity. Kenapa tidak perlu 100persen karena banyak hal yang menghambat kontra indikasi. Misalnya ada riwayat gula dan sebagainya. Itu tidak bisa dipaksakan,”terangnya.

Setelah proses itu selesai maka dalam waktu dekat sudah akan melaksanakan vaksin untuk tenaga guru dan aparatur sipil negara.

Baca Juga :  Cawu I 2024, DPRD Palu Fasilitasi Empat Ranperda ke Gubernur Sulteng

Ia berharap Covid-19 akan berakhir dengan upaya percepatan vaksinasi tersebut.

“InsyaAllah kalau secara epidemiologis Covid bisa dilaksanakan 70persen terhadap masyarakat herd imunity atau komunitas masyarakat yang bisa diambil dengan vaksin, kita berharap keluar dari wabah ini,”ujarnya.

Pemkot melalui dinas terkait penting mengingatkan masyarakat bahwa meskipun telah divaksinasi, Protokol Kesehatan (Prokes) harus tetap dilaksanakan.

“Jangan serta merta telah divaksin tapi tidak mengindahkan Protokol Prokes,”demikian Reny.(TIM)

 

Pos terkait