Terbuka pada Pengusaha Tambak, DKP Sulteng Utamakan Kelestarian Lingkungan

Tambak Udang Vaname Supra Intensif Infoakuakultur, di Kabupaten Buol. (FOTO : Dok DKP Sulteng)

SULTENG, CS – Dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas hasil Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Sulteng, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terbuka pada pengusaha tambak.

“Paling tidak konsep-konsep pola budidaya seperti tambak itu sebenarnya kita welcome pada pengusaha tambak untuk meningkatkan usahanya di Sulteng,” ucap Kepala DKP Provinsi Sulteng, Moh. Arif, pada channelsulawesi.id, Rabu 24 Maret 2021.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  DKP Sulteng Kembali Fungsikan Tambak Udang di Mamboro dan Tindaki

Meski begitu, Dislutkan memperketat pola pengelolaan, agar tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulteng, Moh. Arif, Selasa 23 Maret 2021. (FOTO : Channelsulawesi.id)

“Tapi dengan pola tambak insentop, pola sekarang itu sudah sangat kecil kemungkinan untuk banyak membabat hutan bakao, karena mereka itu ada satu kilo meter ke daratan. Karena pola budidaya intensif sekarang itu lebih banyak keramah lingkungan dari sisi tidak membabat,” katanya.

Moh. Arif menekankan, pihaknya mengutamakan, bagaimana upaya pengusaha juga menyiapkan lahan untuk membuka tambak, khususnya untuk lahan pembuangan limbah.

“Lahan untuk instalasi pembuangan limbahItu tetap dijaga, karena itu tadi marwah keberlanjutan itu yang kita jaga. itu konsep-konsep yang kemudian dengan hasil itu tentunya punya daya saing dan bisa dipasarkan ke internasional,” tandasnya. (YM)

Pos terkait