Wow, Mahasiswi Untad Raih Grand Award Winners di Ajang IYSF Rusia 2021

Dian Septiawati

SULTENG, CS – Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), Dian Septiawati menorehkan prestasi yang membanggakan di ajang International Youth Scientific Forum “Step into the future”- Rusia 2021.

Ada empat tim yang mewakili Indonesia dalam ajang tersebut, yang masing masing berasal dari Universitas Padjadjaran – Universitas Tadukalo, UIN Alauddin Makassar, Universitas Prasetiya Mulya, dan SMA Taruna Bakti Bandung.

Bacaan Lainnya

Ditemui di Palu, Selasa 8 Juni 2021. Dian mengungkapkan, SITF merupakan sebuah kompetisi ilmiah tingkat internasional bergengsi yang diikuti oleh 1.078 peneliti muda dari 23 negara di dunia, termasuk Indonesia, dengan melibatkan 12 universitas ternama dan 14 lembaga riset di Rusia.

Baca Juga :  DPRD Sulteng Harap Pemerintah Anggarkan Promosi Produk Lokal UMKM Sulteng

Dalam ajang tersebut, ia dan rekannya, Riska Kurniawati dari Universitas Padjajaran meraih Grand Winners, dengan judul penelitian Measurements of Red, Green, Blue (RGB) Image Value, Light Intensity, Hue Value of Leafs and Soil Salinity as The Basis of Health Ecosystem Mapping of Rhyzophora Stylosa.

“Kompetisi ini dilakukan dari tanggal 22 Maret 2021 hingga 30 April 2021 secara daring. Saya dan rekan saya, Riska Kurniawati, mengangkat penelitian terkait pemetaan kesehataan ekosistem Rhyzophora Stylosa atau Mangrove,” katanya.

Menurut Dian, ketertarikannya dalam penelitian tersebut disebabkan, karena mangrove memiliki peran penting dalam menghalau tsunami seperti yang terjadi saat peristiwa bencana gempa dan tsunami tahun 2018 di Palu.

Baca Juga :  DPRD Poso Pelajari Program Kerja AKD dan Arah kebijakan Pokir DPRD Sulteng 2025

“Kerusakan yang akibatkan oleh Tsunami bisa diminimalisir dengan mengoptimalkan peran ekosistem hutan mangrove. Kota Palu ini sangat berpotensi untuk tumbuh mangrove. Sementara kesadaran masyarakat dan pemerintah terkait terkait  potensi mangrove masih kurang. Untuk itu penelitian kami ini merupakan upaya  untuk memonitor kesehatan mangrove dimana daun mangrove bisa menjadi bio indikator dari kesehatan mangrove itu sendiri,” terang Dian.

Kaitannya dengan kesehatan lingkungan, mahasiswa angkatan 2019, Fakulas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Untad ini menjelaskan, Indonesia adalah bagian dari paru-paru dunia, hutan mangrove termasuk salah satu penyumbang oksigen yang sangat penting bagi kehidupan. Oleh sebab itu kelestariannya perlu dijaga.

Baca Juga :  Untad Dorong Percepatan Pengembangan Guru Besar

Sebagai peneliti muda, Dian sudah beberapa kali memperoleh penghargaan di bidang penelitian, termasuk dari Kemendikbud. Ia berharap Untad bisa terus mendorong mahasiswa-mahasiswanya untuk lebih aktif melakukan kegiatan penelitian dan menciptakan inovasi agar bisa berkontribusi sebesar-besarnya bagi almamater dan masyarakat.

“Harapan saya agar Untad terus mendorong mahasiswa-mahasiswanya untuk lebih aktif melakukan kegiatan penelitian dan menciptakan inovasi agar bisa berkontribusi sebesar-besarnya bagi almamater dan masyarakat. Sebab saya pribadi melihat potensi besar didalam diri mahasiswa Untad dan perlu membutuhkan pelatihan khusus agar semakin berprestasi kedepannya,” tandas Dian. **

Pos terkait