Revitalisasi Pasar Inpres Manonda dan Masomba Masih Proses Peninjauan

Pedagang di Pasar Inpres Manonda, Palu Tengah, Kota Palu, (FOTO : Antara)

PALU, CS –  Pemerintah Kota Palu, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  merencanakan revitalisasi pasar tradisional di wilayahnya.

Kepala Disperindag, Syamsul Saifudin menyampaikan, terkait rencana revitalisasi beberapa wilayah pasar harian di Kota Palu masih menunggu proses lanjut dari pusat, yakni Pasar Inpres Manonda dan Masomba. Kini dua pasar tersebut masih dalam proses peninjauan, karena masih ada proses perpanjangan hak perorangan maupun pengusaha. Pihaknya akan melakukan pendekatan kepada pemilik lahan dulu.

Selain itu kata dia, ada tiga wilayah juga yang diajukan untuk revitalisasi, yakni Pasar Bulili Petobo, Pasar Tavanjuka dan Pasar Vinase.

Baca Juga :  HUT ke-22, Demokrat Palu Gelar Turnamen Bola Voli di Donggala Kodi

“Kita berharap di tiga pasar itu segera di revitalisasi, agar ada perbaikan sarana dan prasarana barang di Kota Palu, harapan kita perekonomian masyarakat juga membaik,” ucap Syamsul, Selasa 6 juli 2021.

Syamsul mengatakan, sebelumnya Tim Survei Kemendag RI pada Rabu 2 Juni 2021, melihat langsung kondisi pasar yang diusulkan, termasuk mengumpulkan dokumen penunjang berupa alas hak pasar.

“Tim Survei Kemendag sudah meninjau beberapa pasar kita di Kota Palu,” ungkapnya.

Sementara itu, warga di sekitar pasar Inpres Manonda, mengeluhkan banyaknya para pedaganag yang berjualan di sepanjang jalan disekitar pasar tersebut, bukanya berjualan di dalam pasar, hingga menimbukan kemacetan dan bau sampah yang menyengat.

Baca Juga :  Festival Vaksin Kota Palu disupport PT Top Poin Medical

Warga berharap tindakan nyata dari pemerintah untuk menertibkan para pedangang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut, atau pedagang yang berjualan bukan di dalam pasar.

“kami berharap kepada pemerintah terkait untuk menertibkan para pedang itu, bila perlu di beri tindakan tegas, apa lagi bau menyengat dari sampah yang para pedagang itu hanya biarkan bagitu saja, sangat mengganggu,” pinta seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. **

Pos terkait