Satgas Madago Raya Tembak Dua Terduga Teroris, DPRD : Apanya Yang Mau Diapresiasi ?

Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Muhaimin Yusuf Hadi. (FOTO : Channelsulawesi.id)

SULTENG, CS – Anggota Dewan  Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Partai Amanat Nasional (PAN), Muhaimin Yusuf Hadi menilai, penembakan terhadap dua terduga teroris di Poso oleh Satgas Madago Raya tidak perlu diapresiasi.

“Apanya yang mau diapresiasi ?, bisa diapresiasi kecuali sudah tuntas,” kata Muhaimin, di Kantor DPRD Sulteng, Selasa 13 Juli 2021.

Sebaliknya, Muhaimin justru mengaku pesimis. Karena peristiwa tersebut sama dengan sebelum-sebelumnya. Dimana beberapa terduga teroris sudah tertembak, namun adalagi yang bergabung.

Muhaimin kembali menegaskan, jika masih ada keterlibatan Polri dalam operasi itu, maka dia pesimis tuntas. Sehingga dia menyarakan, operasi itu diserahan sepenuhnya kepada TNI.

Baca Juga :  HPN dan PT Pembangunan Sulteng akan Kerjasama Bidang ini

“Terbukti yang menembak itu TNI, demikian juga Santoso lalu, TNI yang melumpuhkan. Jadi solusinya memang serahkan TNI, jangan ada lagi Polisi,” tegasnya

Muhaimin menyampaikan, Tahun 2022 mendatang, komisi III DPRD Sulteng akan membantu sepenuhnya pembukaan akses jalan di tempat-tempat yang ditengarai menjadi tempat persembunyian para terduga teroris di Poso. Agar tidak ada alasan lagi terkait akses medan yang susah.

Diketahui, Minggu 11 Juli 2021, terjadi kontak senjata antara Satgas Madago Raya di Pengunungan Batu Tiga, Dusun Enam Tokasa, Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang mengakibatkan dua terduga teroris tewas.

Baca Juga :  HAB ke-76, Menag Sebut Indeks Kesalehan dan KUB di Indonesia Meningkat

Dua terduga teroris itu diketahui bernama Rukli dan Ahmad Panjang. Sedangkan tiga lainnya melarikan diri dalam keadaan terluka.

Hingga siang tadi, dua terduga teroris itu masih dalam proses evakuasi oleh Satgas Madago Raya. **

Pos terkait