14 Ibu Hamil di Sulteng dilaporkan Meninggal Akibat Paparan Covid-19

PALU,CS – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) I Komang Adi Sujendra mengemukakan sejauh ini dilaporkan sebanyak 14 kasus ibu hamil yang meninggal akibat Covid-19 di Wilayah Sulteng.

Sedangkan total ibu hamil yang dilaporkan terpapar Covid-19 wilayah Sulteng sebanyak 684 kasus hingga 30 Agustus 2021.

Hal itu diungkapkan Komang Adi Sujendra, membacakan sambutan Gubernur Sulteng dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil tingkat Kota Palu, Senin 6 September 2021 di halaman Kantor Wali Kota Palu.

Sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tanggal 2 Agustus 2021, untuk melindungi ibu hamil dan bayinya dari paparan Covid-19, Kemenkes memastikan agar segera memberikan vaksin khusus bagi ibu hamil,”jelasnya.

Baca Juga :  Pemkot - DPRD Palu Susun Bersama Jadwal Sidang TW 1 2023

Dia mengatakan, Pemprov Sulteng menyambut baik dan mendukung atas pencanangan vaksinasi pada ibu hamil di Sulteng demi perlindungan ibu dan bayi dari Covid-19.

“Karena ibu hamil merupakan kelompok yang sangat beresiko bila terpapar dengan gejala berat. Terlebih ibu hamil dengan kondisi medis tertentu,”katanya.

Vaksin Covid-19 ini lanjut dia akan diberikan mulai pada usia kehamilan diatas 12 Minggu dan paling lambat usia kehamilan 33 Minggu.

“Untuk wilayah Sulteng, data ibu hamil diatas usia 12 Minggu sampai 33 Minggu sebanyak 20.381 orang,”paparnya.

Baca Juga :  Untuk PMK31, Tim Uji Petik Kemenparekraf Kunjungi Wali Kota Palu

Pihaknya berharap setelah pencanangan vaksinasi bagi ibu hamil di Palu, Senin 6 September 2021, maka selanjutnya hal tersebut bisa diikuti kabupaten lain di Sulteng.

“Dengan begitu kasus Covid-19 pada ibu hamil dapat tertangani dan dicegah bersama,”harapnya.

Ia mengapresiasi Dinkes Sulteng beserta seluruh mitra yang telah ditunjuk demi memastikan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil berjalan lancar, aman dan sukses.

“Kami harap sukses pencanangan vaksin diikuti pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi.

Pencanangan ini juga diharap sekaligus menepis kabar pemberitaan hoaks yang membuat masyarakat jadi takut divaksin. Termasuk sikap antipati terhadap upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui vaksin (TIM).

Pos terkait