Akhirnya Terungkap, Ini Pelaku Pembunuhan Bocah Nugi asal Desa Tolambu Kabupaten Poso

Tim gabungan Buser Polres, Polsek Pamona Timur dan Pamona Selatan, saat menangkap pelaku pembunuhan bocah Nugi, di rumahnya di Desa Tiu,Kecamatan Pamona Timur, Kamis 14 Oktober 2021. (FOTO : IST)

POSO, CS  – Pelaku pembunuhan Nugi, bocah berumur 2 tahun di Desa Tolambu, Kecamatan Pamona Tenggara pada 11 April 2021 lalu akhirnya terungkap.

Aparat Kopolisian Resort Poso, Provinsi Sulteng berhasil menangkap pria berinisial GNG (35), warga Desa Matialemba, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso. GND rupaya masih kerabat dekat korban.

GND ditangkap tim gabungan Buser Polres Poso, Polsek Pamona Timur dan Polsek Pamona Selatan, Kamis 14 Oktober 2021, karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan bocah Nugi.

Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf dalam keterangan persnya, di Mapolres Poso, Jumat 15 Oktober 2021 menyampaikan, pelaku berinisial GND sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan anak Nugi meninggal dunia.

Baca Juga :  Komunitas Burung Berkicau KMM Morowali Barbagi Takjil

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut memakan waktu cukup lama. Selain karena pemeriksaan saksi-saksi yang cukup banyak,barang bukti dan lokasi yang berada di pemukiman yang tidak terlalu padat, sehingga penyidik sangat berhati-hati dalam melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya.

“Sesuai hasil penyelidikan dan penyidikan, barang bukti dan petunjuk yang ada, maka ditetapkan satu orang tersangka laki-laki inisial GND sebagai pelaku pembunuhan, tersangka juga masih merupakan kerabat dari korban,” ungkap  Rentrix.

Soal motif penganiayaan yang berujung pembunuhan itu, Kapolres memastikan jika proses pemeriksaan tersangka masih terus berjalan,  sehingga dalam waktu dekat akan kembali disampaikan hasil dari pemeriksaan tersebut.

Baca Juga :  Kepala Jasa Raharja Sulteng bersama Kapolres Parimo Lakukan Olah TKP Laka Bus di KM 5 Toboli

Diakuinya, dalam mengungkap kasus tersebut, pihaknya melibatkan tim serta melakukan  uji laboratorium forensik  di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Tersangka  saat ini sedang kami tahan di Polres, pasal yang dikenakan  yakni pasal 340 dan Undang-Undang perlindungan anak  dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan hukuman seumur hidup,” tegas Rentrix yang turut didampingi Kasat Reskrim ,Iptu Dicky Armana Subakti.

Tersangka GND ditangkap oleh tim gabungan Reskrim Polres Poso, tanpa perlawanan di rumah mertuanya, sekitar pukul 14.45 Wita, tepatnya di Desa Tiu , Kecamatan Pamona Timur. Setelah ditangkap, tersangka langsung di bawa oleh tim Buser menuju Mapolres Poso untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. (AC)

Pos terkait