SULTENG,CS – Acara syukuran dan penerimaan dokumen Pahlawan Nasional Tombolotutu digelar Jumat malam 26 November 2022 di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Gubernur Sulteng H Rusdi Mastura dan Mantan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola juga menghadiri langsung kegiatan syukuran tersebut.
Ratusan masyarakat ikut dan menyaksikan langsung proses penyerahan dokumen tersebut.
Serah terima dokumen Pahlawan Nasional Tombolotutu dari ahli waris kepada pemerintah Kabupaten Parimo langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu dan Badrun Nggai.
Kegiatan ini juga dihadiri beberapa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Sulteng. Antara lain Ketua Komisi IV, Alimuddin Pa’ada, Ibrahim A Hafid, Erwin Burase, Rahmawati M Nur, Fatimah H Moh Amin Lasawedi. Termasuk tim peneliti dan kajian pahlawan Nasional Tombolotutu, Lukman Nadjamudin.
Sebagai perwakilan keluarga besar Pahlawan Tombolotutu, Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan, sangat bangga dengan pemberian gelar kepahlawanan buat keluarga besarnya.
Mantan Wakil Wali Kota Palu dua periode ini mengaku sangat terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan gelar Pahlawan Nasional Kepada Tombolotutu melalui keputusan Presiden No 109/TK/2021.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Pahlawan Tombolotutu, Lukman Nadjamuddin, mengatakan, proses pemberian gelar Pahlawan Nasional tidak semudah apa yang dibayangkan banyak orang.
Karena menurutnya, dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional harus disertai data-data yang kongkrit dalam perjuangan melawan belanda.
Serta mempunyai catatan sejarah seperti yang dilakukan Tombolotutu. Catatan sejarah itu diantaranya, tahun 1891 perang Katabang Raja Besar di Lobu Moutong. Perang Dodoe di Gio Atas, Perang Bolano di benteng Bajodan, Perang di Dunduan di Tomini Popa. Hingga peristiwa heroik pada perlawanan pasukan Marsose yaitu pasukan elit Belanda pada jaman itu.
Lukman juga menyatakan hal tersulit yang dia alami adalah ketika mencari data – data yang hilang.
Akan tetapi atas ketekunan dan kesabaran seluruh tim dalam mencari bukti perjuangan Pahlawan Nasional tombolotutu akhirnya ditemukan juga.
“Kami menemukan bukti-bukti perjuangan beliau di museum Belanda. Dan alhamdulillah pada tanggal 28 Oktober 2021 ditetapkanlah Pahlawan Nasional Oleh Pemerintah Republik Indonesia,”jelas Lukman.
Sementara Bupati Parimo, Syamsurizal Tombolotutu dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati, Badrun Nggai, mengatakan, Pemerintah Parimo memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Presiden Republik Indonesia yang telah menganugrahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Tombolotutu sebagai tokoh pejuang kemerdekaan dari Sulteng melalui Keputusan Presiden Nomor 109/TK/2021.
Sementara itu Gubernur Sulteng, H Rusdi Mastura dalam mengutarakan rasa rasa bangganya dan berterimakasih kepada tim peneliti dan pengkaji atas usaha mengelola data. Serta tercapainya cita cita masyarakat Sulteng karena telah mempunyai tokoh Pejuang Nasional.
Gubernur mengatakan dengan adanya Pahlawan Nasional dari Sulteng, maka nantinya hal itu akan dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sejarah di sekolah-sekolah.
Sehingga generasi muda dapat mengenal dan menjadikan Pahlawan Tombolotutu sebagai idola dan tauladan.
“Saya juga berharap dari penganugrahan ini dapat mendorong pengusulan atas tokoh – tokoh pejuang Sulteng yang punya potensi menjadi pahlawan Nasional”demikian Gubernur Sulteng.
Untuk diketahui, proses pengusulan gelar Pahlawan Tombolotutu pernah beberapa kali bergulir dalam sejumlah pertemuan yang dilaksanakan di DPRD Sulteng. Baik rapat-rapat bersama tim peneliti dan pengkaji maupun stakeholder terkait lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimudin Pa’ada juga mengaku pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mendiang Tombolotutu sangat membatu bangga DPRD Sulteng secara kelembagaan.
“Dan secara umum bagi masyarakat Sulteng karena kita punya pahlawan nasional dari Sulteng,”katanya (**).

