MOROWALI, CS – Masyarakat Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar acara syukuran menyambut rencana pembangunan pabrik olahan biji Nikel di desa tersebut. selasa 30 November 2021.
Proses pembangunan sekaligus perusahaan pemilik pabrik, yakni PT. Baoshuo Taman Industry Invesment Group (BTIIG). Sedangkan Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Morowali digandeng sebagai mitra kerja.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Morowali, H. Najamudin mengemukakan, bahwa dengan banyaknya industri pertambangan di Morowali, sangat menguntungkan daerah, baik Pemerintah juga buat masyarakat.
“Disini kita dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga sangat memungkinkan mempercepat program-program pembangunan Pemerintah daerah kita saat ini,” ungkap H Najamudin.
Dijelaskannya, manfaat lain setelah pabrik ini beroperasi tentu saja akan menyerap banyak tenaga kerja, sehinga kedepannya secara bertahap bisa mengurangi tingkat pengangguran.
Bahkan tak hanya itu, menurut Wakil Bupati bahwa dengan adanya pabrik itu, maka aktivitas perekonomian masyarakat disekitarnya akan bangkit dengan sendirinya dan sumber usaha-usaha kecil dapat tumbuh seiring hadirnya pabrik tersebut.
“Mengenai industri di bidang pengelolaan biji nikel ini, maka Pemerintah daerah Morowali berada di jalur tengah. Yakni, Pemerintah daerah mendukung investasi beserta masyarakat. Namun demikan fungsi-fungsi kontrol juga harus ada,” sebutnya.
Dikesempatan ini, H Najamudin juga menyampaikan keinginan Pemerintah daerah Morowali yang berharap kepada PT BIIG agar benar-benar memberdayakan keberadaan anak daerah Morowali secara umum. Khususnya masyarakat Kecamatan Bungku Barat.
Di kesempatan yang sama, Direktur PT BIIG, Mr Gao menjelaskan, bahwa Baoshuo dalam berinvestasi di Indonesia, kini persyaratan-persyaratan hukum telah disetujui pemerintah, dan ini merupakan sebuah mega proyek di Indonesia.
“Proyek investasi kami adalah proyek feronikel dan stainless steel dalam skala besar, serta proyek teknologi energi baru. Investasi pada tahap pertama sangat besar, yang akan memudahkan masyarakat lokal untuk mencari pekerjaan setelah memasuki proses produksi,” ungkap Mr Gao.
Disebutkanya Baoshuo berjanji kepada desa yang dalam lokasi industri. Pertama, akan memperioritaskan masyarakat sekitar lokasi industri. Kedua, akan memberikan fasilitas listrik kepada masyarakat sekitar dengan harga yang lebih terjangkau.
Kemudian yang ke Tiga, akan membangunkan masjid-masjid baru atau memperbaiki masjid yang sudah ada, sekaligus memberikan fasilitas listrik gratis untuk masjid-masjid di sekitar kawasan industri dan memberikan tunjangan gaji kepada satu imam disetiap masjid.
Ke Empat, memberikan pelayanan pendidikan disekolah setempat dalam bentuk renovasi sekolah, dan berupa listrik gratis kepada sekolah-sekolah setempat. Memberikan bea siswa bagi siswa kurang mampu yang telah diakui pemerintah.
Dan yang ke Lima, memperioritaskan warga desa sekitar kawasan industri untuk melakukan kerjasama kepada perusahaan dalam hal menyediakan kebutuhan makanan pokok seperti sayuran, buah-buahan, air minum, daging dan telur.
“Semoga dengan kehadiran kami dapat mensejahterakan masyarakat Kecamatan Bungku Barat dan Morowali secara umum,” tutup Mr Gao.
Acara tersebut diakhiri dengan pembacaan Doa bersama. Turut hadir Camat Bungku Barat, Jalaludin Ismail bersama para Kepala Desa se Kecamatan Bungku Barat, Kapolsek dan sejumlah aparat TNI Kodim 1311/Morowali. (MRM)


