Gawat! Lima Desa di Morowali Diserang DBD

Tim PT IMIP melaksanakan Fogging di Lima desa lingkar tambang yang diserang DBD (FOTO : IST)

MOROWALI, CS – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali yang kembali marak. Warga di Lima desa di Kecamatan Bahodopi atau  lingkar tambang PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terbanyak.

Lima desa tersebut adalah, Labota, Fatufia, Keurea, Bahodopi dan desa Bahomakmur. Maka, lima desa itu menjadi target awal program fogging yang mulai dilaksanakan hari ini.

Data klinik PT IMIP dan Puskesmas Bahodopi menyebutkan, terhitung sejak Januari 2022, jumlah pasien DBD mencapai lebih dari 120 kasus. Sebagian besar dari pasien DBD tersebut mendapat perawatan di fasilitas klinik PT IMIP.

Baca Juga :  50 Personel BKO Brimob Kelapa Dua Diturunkan Amankan Pilkada di Sigi

“Untuk mencegah agar tak makin banyak warga yang tertular penyakit DBD ini, kami bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Kecamatan Bahodopi,  serta sejumlah komunitas masyarakat melaksanakan program fogging ini,” kata Koordinator divisi Comdev/CSR PT IMIP, Tommy Prayogo, Selasa 22 Maret 2022.

Tommy mengatakan, sebelum melaksanakan fogging, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali melakukan survey penyebaran jentik nyamuk aides aegypti itu.

Tommy mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus DBD ini, juga perlu peran aktif dari masyarakat. Untuk itu pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada warga tentang bahaya DBD dan cara-cara pencegahan serta pertolongan awal, jika ada ditemukan pasien yang terjangkit penyakit tersebut.

Baca Juga :  Pagi Tadi, Untad Vaksinasi Unsur Pimpinan

“Selain fogging, kami juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat di kelima desa itu,” kata Tommy.

Menurut Koordinator Komunikasi dan Hubungan Media PT IMIP, Dedy Kurniawan, pelaksanaan program fogging itu merupakan yang kedua dilakukan IMIP. Tahun 2019 lalu, program yang sama juga telah dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Bahodopi.

“Selain itu, kami juga memberikan bantuan alat fogging kepada pemerintah Kecamatan Bahodopi,” kata Dedy.

Dedy berharap pelaksanaan program fogging akan mampu mencegah dan menekan penyebaran virus DBD. Namun yang paling utama adalah kesadaran dan peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. (MRM)

Pos terkait