Warga Binaan Lapas Tolitoli Tewas Menenggak Pembersih Lantai

TOLITOLI,CS – Denny Steven Timpolo (46) seorang Warga Binaan (Warbin) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak cairan pembersih lantai bermerek portex

Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Selasa 5 April 2022. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mokopido oleh petugas Lapas, namun nyawa korban yang dikenal bernama Epen ini tidak bisa diselamatkan.

Dr Debby yang melakukan tindakan medis di RS Mokopido kepada wartawan mengaku ada pembengkakan di bagian leher korban sehingga pihaknya kesulitan memasukkan selang menuju lambung untuk mengurangi cairan pembersih lantai tersebut.

Baca Juga :  Empat Korban Speed Boat Naas di Perairan Sonit Belum Ditemukan

Epen alias Steven merupakan narapidana kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika yang divonis pada tahun 2018 silam.

Kabar tewasnya Epen dibenarkan Kepala Lapas Tolitoli Makmur. Dia menjelaskan pihaknya telah memberi kebijakan kepada yang bersangkutan untuk menjalani tahanan bukan pada blok tahanan.

Melainkan ditempatkan di ruang khusus berdekatan dengan klinik Lapas. Kebijakan ini kata Makmur diberikan agar keluarganya mudah untuk membesuk diluar waktu yang sudah ditentukan.

Kalapas mengungkapkan, Steven sudah satu tahun belakangan mengalami sakit. Kerap kali ia menunjukkan stres ketika mengetahui ada narapidana lain yang bebas.

Baca Juga :  7 Februari 2023 PT. Poso Energy COD 4 Provinsi

Terkait dengan cairan pembersih lantai yang ditenggak Steven, Kalapas menyebut sekitar 10 meter dari ruang yang di tempati Steven memang terdapat ruang kamar mandi.

Di kamar mandi tersebut paparnya kebetulan selalu tersedia cairan pembersih lantai. Cairan pembers lantai itulah yang kemudian diambil untuk melakukan aksi bunuh diri.

“Di ruang kamar itu memang selalu tersedia portex cairan pembersih lantai. Steven mengambilnya lalu menenggaknya. Saat petugas ketahui hari itu juga petugas lapas melarikannya ke RSUD,”beber Kalapas.

Kalapas juga mengungkapkan bahwa gelagat Steven untuk mengakhiri hidupnya sudah terlihat beberapa terakhir.

Baca Juga :  DPRD dan Kajari Donggala Teken MoU

Pasalnya, Steven menggunakan kamar mandi yang terdapat cairan pembersih lantai tersebut. Padahal, dalam ruang yang disediakan untuknya dalam klinik juga terdapat sebuah kamar mandi.

*Pembersih lantai memang selalu ada di kamar mandi. Kecuali di dalam blok itu tidak ada. Ladahal ada kamar mandi dalam ruangan Steven.. Memang sudah ada niat dari beberapa hari, karena untuk apa dia masuk ke toilet klinik, artinya ia memanfaatkan kelengahan petugas, dia curi portex itu untuk bunuh diri,”pungkasnya.(Armen Djaru)

Pos terkait