Warga Dusun Pulae Galumpang Ternyata Setiap Bulan dihantam Banjir Rob

TOLITOLI,CS – Selain banjir bandang yang dipicu luapan Sungai Panyapu, warga Desa Galumpang Kecamatan Dako Pamean Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah (Sulteng) ternyata juga terus mengalami ancaman banjir rob karena permukaan air laut.

Khususnya warga yang bermukim di pesisir pantai Dusun Pulae. Warga di dusun ini bahkan setiap bulan terus terkena hantaman abrasi ketika rob terjadi.

Dilaporkan sejauh ini abrasi telah merobohkan 4 rumah warga karena mengalami kerusakan bagian pondasi rumah.

Sesuai amatan media ini Senin 25 April 2022 pagi tadi, di pesisir pantai Dusun Pulae memang telah dibangun tanggul pemecah ombak abrasi. Sayangnya tanggul itu hanya sepanjang 100 meter. Padahal panjang pantai saja mencapai 2 kilometer.

Baca Juga :  DPRD Donggala Vs Bupati Kasman Kian “Panas”

Tanggul sepanjang ini tidak mampu menghalau hantaman abrasi bagi kurang lebih 50 kepala keluarga yang bermukim di pesisir pantai Dusun Pulae.

Informasi yang berhasil dihimpun, pembangunan tanggul dilakukan dengan dua kali penganggaran. Masing-masing bersumber dari alokasi dana desa tahun 2018 dan tahun 2020.

Warga Dusun Pulae menaruh harapan besar agar pemerintah daerah khususnya Pemerintah Provinsi Sulteng bisa cepat menanggapi kekawatiran mereka dengan menganggarkan pembangunan tembok yang lebih panjang. Agar mereka bisa terhindar dari abrasi banjir rob.

Sebagaimana harapan Hartono (41), salahsatu nelayan setempat yang rumahnya roboh akibat abrasi. Ia berharap Pemprov Sulteng dan Pemda Tolitoli bisa merespon keresahan warga dengan membangun tembok pemecah ombak.

Baca Juga :  Polres Morowali Suplai Logistik untuk Penyintas Banjir Bandang Torue Parimo

“Mohon sampaikan keresahan kami nelayan pada pemerintah apalagi musim ombak,” kata Hartono dengan tatapan kosong. (Armen Djaru)

Pos terkait