Ketua FKUB Sulteng Pimpin Pemuda Non Muslim Berbagi Takjil di Palu

Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin terlibat dalam kegiatan bagi-bagi takjil, di jalan Lalove, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Selasa 26 April 2022 sore. (FOTO : channelsulawei.id)

SULTENG, CS – Jajaran Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali melaksanakan bagi-bagi takjil bagi umat Islam yang tengah menuaikan ibadah puasa ramadhan, Selasa 26 April 2022 sore.

Pembagian takjil dipusatkan di jalan Lalove, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Dalam kegiatan ini, FKUB Sulteng turut melibatkan anak-anak muda dari perwakilan majelis-majelis agama yang berhimpun di FKUB.

Ketua FKUB Sulteng, KH. Zainal Abidin, mengatakan, pelibatan anak-anak muda tersebut sebagai bentuk regenerasi untuk menjaga keutuhan dan persatuan sesama anak bangsa. Kegiatan ini juga sebagai bagian untuk meningkatkan persaudaraan. Sekaligus menciptakan kerukunan umat beragama di daerah ini dan Indonesia secara luas.

Baca Juga :  Korkom DPRD Sulteng, Bupati Banggai Minta Pemprov Sulteng Hibahkan Asetnya di Banggai

“Saya kira program bagi-bagi takjil dilaksanakan FKUB, pada intinya diinisiasi oleh pengurus FKUB dari non muslim, mereka bersepakat dan mengusulkan kepada saya” ungkap KH. Zainal Abidin kepada sejumlah awak media.

Saat yang sama, perwakilan agama Hindu, drg. Dewa Doni, mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan toleransi sesama anak bangsa. Ia mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk saling menjaga kesucian ibadah puasa. Sekaligus sebagai bentuk penguat tali kasih sesama umat beragama.

“Kegiatan ini sebagai bentuk memperkuat persaudaraan antar sesama umat beragama” tambahnya.

Baca Juga :  Usung Simbol Enjoy, Bacaleg PKB Kota Palu Naik Vespa ke KPU

Sementara itu, perwakilan dari Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Ucik Sangkalia, menuturkan, pihaknya sangat merasakan kebersamaan berbagi takjil kali ini. Sebagai pengurus FKUB, ia berharap kerukunan di Sulteng akan terus terjalin dan semakin kokoh keberagaman demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini merupakan agenda rutin dengan memberikan gambaran bahwa kita sama walaupun kita berbeda keyakinan” tandasnya. **

Pos terkait