PKS Palu Tutup I’tikaf Dengan Khatam Bersama di Masjid Al-Firdaus

PALU,CS – Membaca Alqur’an secara bersama dan melakukan khatam, menandai berakhirnya program I’tikaf yang digelar DPD PKS Kota Palu di Masjid Al-Firdaus, Ahad 1 Mei 2022.

Khatam dilaksanakan, usai shalat subuh. Prosesi penutupan I’tikaf, dihadiri para petinggi PKS. Di antaranya, Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS Sulteng, Ustadz Nurdin Hanafi dan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulteng, Mahmud Yunus.

Penutupan I’tikaf, sekaligus menandai program Ramadhan 1443 H yang digelar DPD PKS Kota Palu. Sejak awal Ramadhan, ragam kegiatan dilaksanakan. Di antaranya, Halaqah Tahfidz Metode Taqrir (HTMT) yang dilaksanakan selama hampir sepekan, Sehari bersama Al-Qur’an saat perayaan Nuzulul Qur’an, serta program I’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan.

Baca Juga :  Wali Kota Serahkan Sertifikat GEN Ki Hajar ke Siswa SD Inpres 6 Lolu

“Program ini baru kembali kami laksanakan, setelah tiga tahun tidak dilaksanakan karena adanya pandemi. Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini, Allah berikan kami kesempatan untuk kembali I’tikaf dan melaksanakan berbagai kegiatan secara offline,”kata Ketua DSW PKS Sulteng, Ustadz Nurdin Hanafi.

Selain kegiatan terkait peningkatan kesadaran spiritual, selama Ramadhan PKS kata Ustadz Nurdin, juga banyak menggelar kegiatan sosial. Di antaranya, pembagian paket bantuan yang dilakukan secara kelembagaan, maupun secara individu oleh seluruh kader dan pengurus PKS se-Sulawesi Tengah.

“Juga ada pembagian takjil atau kue berbuka puasa yang tersebar di seluruh Sulawesi Tengah,”katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Support Biaya Operasional Relawan Roa Jaga Roa

Kegiatan dalam rangka mengisi Ramadhan, agar memiliki makna dan dalam rangka menggapai derajat taqwa, juga melibatkan seluruh anggota keluarga kader PKS. Seperti halnya kegiatan I’tikaf yang digelar di Masjid Al-Firdaus. Tampak ada beberapa kader yang membawa serta anak-anak Balitanya untuk menginap di Masjid selama pelaksanaan I’tikaf.

“Semua itu dilakukan, untuk membentuk karakter dan mental agar kelak masa depan bangsa ini, dipegang oleh generasi yang kuat. Baik secara mental, spiritual maupun kuat secara ekonomi,”tandasnya.(**)

Pos terkait