Cudi Siap Sumbang 3000 Buku Koleksinya ke Pustaka Desa Walandano

SULTENG,CS – Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura menyumbangkan sebanyak 3000 buku koleksi pribadi ke Perpustakaan Desa Walandano Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala.

Hal itu ia kemukakan dalam puncak Festival Walandano dirangkai persemian perpustakaan tersebut dan pusat literasi kependudukan dan keluarga berkualitas, Jumat 20 Mei 2022 di Desa Walandano.

Perpustakaan ini terbangun atas kerjasama Medco Foundation,BKKBN Perwakilan Sulteng serta sejumlah pihak lainnya.

Gubernur dalam sambutannya mengaku senang adanya even ini yang juga dirangkaikan dengan peresmian Perpustakaan Desa Wolandano dan pusat literasi kependudukan keluarga berkualitas tersebut.

Ia berharap perusahaan lainnya juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Medco sehingga akan menciptakan SDM unggul yang bisa bersaing dengan negara lain.

Baca Juga :  Untad Tandatangani MoU dengan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu

“Sangat gembira dan berterimakasih, medco menggunakan CSRnya untuk perpustakaan desa, kalau semua perusahaan di Sulteng mau membangun perpustakaan Insya Allah kita bisa seperti korea dan jepang, literasi menentukan,” ungkapnya

Tak hanya itu, ketika dimintai 1000 buku oleh Kang Maman Suherman yang kerap melontarkan kata-kata bijak dan dikenal sebagai notulen dalam acara Indonesia lawak klub yang juga hadir pada acara tersebut, Gubernur menyatakan siap memberikan dari 3000 koleksi yang dimilikinya.

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk membudayakan membaca, sebab dirinya hingga seperti saat ini salah satunya karena bermodalkan pengetahuan yang didapatnya dari membaca.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan BSU Tenaga Pendidik Non-PNS

“Saya punya koleksi 3000 buku. Kalau mau minta buku sama saya boleh. Cuma itu modal saya, hanya S3, SD,SMP,SMA. Saya bukan sarjana bukan doktor. Kalau kita tidak tinggi sekolah, membacalah.Baca.Baca. Bacalah. Datang saja kerumah, nanti saya kumpulkan,”katanya.

Perpustakaan desa Walandano dibangun oleh Medco Foundation sejak tahun 2019 atau pasca gempa bumi dan tsunami 28 September 2018.

Tak hanya sekedar perpustakaan namun bangunan ini juga diperuntukan sebagai balai warga yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Baik untuk berkumpul maupun sebagai pusat pengetahuan bersama termasuk pelaksanaan program-program Banggakencana.

“Dibangun sejak 2019. Datang kemari dibantu BKKBN dan memang mencari daerah yang sangat terdampak dan belum tersentuh bantuan, kita melihat kemampuan akses literasi. Kami ingin ini menjadi Center of knowledge, bukan hanya membaca buku tetapi juga tempat diskusi bertukar pikiran,” ujar Roni

Baca Juga :  Lantik Tiga Dekan, Prof. Mahfudz : Tidak Perlu Saya Nasehati, Saya Percaya Kalian Orang Hebat

Harapannya masyarakat dan pemerintah daerah setempat memanfaatkannya dengan menyelenggarakan berbagai aktivitas kegiatan hingga nantinya bisa mengukir prestasi tingkat nasional

“Perpustakaan Desa Wolandano bukan hanya milik medco tetapi milik warga. Masyarakat bisa meramaikan dengan berbagai kegiatan, perlombaan, festival, sehingga 3-5 tahun dari sekarang bisa mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Menjadi kebanggaan donggala, sulawesi tengah,”ucapnya (***)

Pos terkait