Ikhsan Sarifuddin diserahi Mandat Pembentukan Komwil Dewan UKM Sulteng

PALU,CS – Ketua Umum Komite Nasional (Komnas) Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya menyerahkan mandat pembentukan pengurus Komite Wilayah (Komwil) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kepada Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Palu Ikhsan Syarifuddin, Minggu 22 Mei 2022 di Kantor Perusda Palu.

Dewan UKM merupakan sebuah organisasi non profit yang terbentuk sejak tahun 2012. Awalnya berdiri di Makassar Sulawesi Selatan dengan nama dewan pengembangan UKM.

Berkat tangan dingin dan kerja keras Irwan Wijaya, organisasi yang berkonsentrasi penuh terhadap eksistensi UKM ini berkembang menjadi sebuah (Komnas) yang berkedudukan di Jakarta.

Ditingkat provinsi, struktur organisasi ini disebut dengan Komite Wilayah (Komwil) dan tingkat kabupaten/kota disebut Komite Daerah (Komda).

Di Sulteng sendiri, Irwan mengaku telah memberikan mandat pembentukan Dewan UKM sebanyak empat kali. Ia berharap, mandat pembentukan Komwil Dewan UKM Sulteng segera ditindaklanjuti agar program kerja Dewan UKM bisa segera berjalan dan menyesuaikan dengan program Komnas Dewan UKM yang tengah berjalan.

Irwan Wijaya dalam penyerahan mandat menjelaskan secara umum sejarah berdirinya Dewan UKM dan program kerja organisasi serta strategi mengembangkan UKM

Baca Juga :  Wali Kota: Inflasi Kota Palu Dalam Posisi Cukup Aman

Menurutnya tugas utama Dewan UKM adalah memfasilitasi dan memediasi kepentingan lintas sektoral pelaku UKM. Melakukan pendampingan dan pembinaan pelaku UKM serta mengawal dan menyuarakan kepentingan UKM untuk menjadi sebuah kebijakan pemerintah.

Ia mengungkapkan, salahsatu kepentingan pelaku UKM yang berhasil menjadi sebuah kebijakan adalah pengakuan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL). Dulu kata Irwan, PKL tidak mendapat pengakuan sebagai unit terkecil UKM.

Permasalahan ini kemudian dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan hingga melahirkan Peraturan Presiden (Pepres) terkait PKL.

“Dewan UKM bisa pengaruhi kebijakan. Dengan adanya Pepres tentang PKL itu, kini dalam setiap pengembangan kota wajib menyediakan space bagi PKL,”jelasnya.

Hal lain yang telah dilakukan dewan UKM adalah membuka akses suplay barang ke pelaku UKM warung. Hingga berupaya adanya rekomendasi bagi pelaku UKM untuk mengakses bantuan modal usaha dari Perbankan.

Saat ini lanjut Irwan, dewan UKM tengah melaksanakan beberapa progam kerja. Diantaranya Jaringan Warung Rakyat (Jawara) untuk memfasilitasi usaha warung akses terhadap barang-barang langsung dari distributor.

Baca Juga :  Lengkapi Layanan Keuangan Digital, PT Astra Luncurkan AstraPay

Kemudian rumah kemasan untuk membantu pelaku UKM agar bisa mengakses pasar nasional dan global.

“Rumah kemasan ini rencananya akan kami bangun di Sulteng. Agar produk UKM bisa masuk ke supermarket,”ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran Dewan UKM di Sulteng nantinya bisa melaksanakan program kerja secara paripurna. Bukan hanya memfasilitasi pemberian modal tapi juga melakukan pembinaan, membuka akses pasar dan menciptakan sumber daya manusia unggul.

Di tingkat daerah, Komwil UKM nantinya juga diharapkan bisa melakukan pendampingan pendampingan terhadap pelaku UKM. Bila perlu mendorong lahirnya regulasi yang berpihak bagi kepentingan pelaku UKM.

Sementara itu, Ikhsan Syarifuddin mengaku akan segera mungkin melakukan konsolidasi menindaklanjuti mandat tersebut.

“Yang pertama kita segera cari talent. Kita yakin banyak sekali potensi di Sulteng dari sisi sumber daya manusia yang mau memajukan UKM ini. Karena lewat lembaga ini bisa mempercepat akselerasi itu,”katanya.

Baca Juga :  Bumikan Ekonomi Syariah, BI Gelar Sulteng Ekonomi Syariah Expo 2023

Menurutnya, progam kerja Dewan UKM banyak yang selaras dengan visi Perusda Kota Palu. Inilah yang mendasari keterbukaannya menerima mandat tersebut.

“Kenapa saya menerima mandat ini, karena salahsatu visi Perusda adalah dinamisasi pertumbuhan ekonomi dan UKM. Starting poin progam kerja dewan UKM berkesinambungan dan bersinergi dengan Perusda Kota Palu,”jelasnya.

Ia mencontohkan salahsatu program kerja dewan UKM yang sama dengan program kerja Perusda adalah mendorong pelaku UKM untuk meningkatkan kualitas produknya dari sisi pengemasan.

“Misalnya rumah kemasan yang juga menjadi program kerja Perusda. Ini yang bisa mendapatkan akses secara nasional lewat UKM. Inikan saling melengkapi dan menguatkan,”hematnya.

Ia menambahkan, jika konsolidasi rencana pembentukan pengurus Komwil Dewan UKM Sulteng nantinya telah terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan.

” InsyaAllah nanti setelah konsolidasi kita akan bertemu Gubernur. Setelah itu kita bentuk pengurus provinsi Komwil Sulteng. Setelah pelantikan kita bentuk semua Komda di semua kabupaten dan kota di Sulteng,”pungkasnya (TIM).

Pos terkait