Sekkot Palu Bagi Pengalaman Terkait Kebencanaan di Session Pararel Forum, Side Even GPDRR 2022

PALU,CS – Kota Palu juga mendapat kehormatan untuk hadir dan berbicara pada session paralel forum bagi para pemangku kepentingan.

Side event yang mengusung tema tentang peningkatan implementasi lokal pada kerangka kerja senday untuk penanggulangan resiko bencana ini masih merupakan rangkaian kegiatan Global Platform Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke 7 yang digelar UNHCRR dan dihadiri 6000 partisipan dari 193 negara.

Pada kesempatan tersebut Kota Palu, Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Irmayanti Pettalolo yang nota bene juga merupakan aktor kunci karena terlibat aktif sejak masa tanggap darurat kebencanan sampai saat ini, khususnya dalam mengurusi berbagai keperluan dan advokasi kebijakan menyangkut perempuan dan anak di Kota Palu.

Baca Juga :  Wali Kota Palu Disarankan Tempatkan Pejabat Sesuai Latar Belakang Pendidikan

Irmayati, hadir dan berdiskusi bersama para aktor dan mitra lokal lainnya yang di undang oleh UNDRR, untuk saling berbagi pengalaman dan pembelajaran, dalam memahami peran kemitraan untuk adaptasi lokal secara efektif dan berkeadilan, khususnya pada isu pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim.
Kehadiran Kota Palu, untuk saling berbagi dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan krisis saat bencana, dengan mendorong masyarakat lokal dalam berinovasi mengatur dan merencanakan strategi untuk pengurangan resiko bencana sehingga tercipta pembangunan yang tangguh.

Kemampuan menemukenali permasalahan secara tepat pada masa bencana kemudian dikaitkan dengan implementasi kebijakan global seperti senday framework d dan SDGs adalah hal unik yang di paparkan oleh Kota Palu.

Baca Juga :  2.115 Petugas Pemilu Belum Terlindungi Jaminan Kesehatan, Wali Kota Palu Minta Dinsos Tindaklanjuti

Pada pertemuan tersebut didalami menyangkut bagaimana mengalola para pemangku kepentingan lokal dan lembaga donor sehingga dapat mengkatalisasi adaptasi yang efektif, adil dan tranparan, khususnya bagi kaum perempuan serta anak di Kota Palu.

Diskusi yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh insight dalam mempercepat implementasi Senday Framework, khususnya bagi kaum perempuan dan anak serta saling memahami berbagai tantangan dan peluang untuk merajut kemitraan dengan grass root, organisasi lokal, pemerintah daerah dan mitra kelembagaan keuangan dalam mempercepat implementasi senday frameworks, serta mengidentifikasi berbagai titik masuk secara langsung untuk saling berkolaborasi.

Baca Juga :  Serap Aspirasi di Palu Timur, Politisi Hanura ini Ditanya Soal KUBe

Irmayanti, sebagai perwakilan Indonesia, dipanel bersama perwakilan dari Zimbabwe, Claudia Herrera, direktur CEPREDENAC, Vincent Gainey dari UK Government, perwakilan perempuan petani dari Maharastra India, serta aktivis perempuan dari Philipina.

Dalam pertemuan tersebut Irmayanti, menekankan tentang pentingnya kepedulian, dan kolaborasi antar aktor yang harus saling terjaga.
Dalam idiom lokal Sekkot menyebutkan ‘nosiala pale’, atau saling membantu tanpa memandang herarkis sosial dan ekonomi, serta saling memberikan investasi khususnya dalam peningkatan ketahanan komunitas ditingkat lokal (***).

Pos terkait