Ini Tiga Titik Tersulit Akses Distribusi BBM Satu Harga di Sulawesi

MAKASSAR,CS – BBM Satu Harga telah menjangkau hingga ke pulau paling ujung Sulawesi yaitu Pulau Miangas di Sulawesi Utara. BBM di pulau ini disuplai dari terminal BBM Bitung dengan menggunakan kapal tengker.

Bila cuaca sedang normal jarak tempuh ke Pulau Miangas kurang lebih 8 hari. Namun jika cuaca buruk, jarak tempuhnya bisa menelan waktu 13 hari.

BBM Satu Harga di Pulau ini mulai beroperasi Juli 2018 dengan konsumsi BBM per bulan sebanyak 2 kilo liter untuk premium serta 4 kilo liter untuk biosolar.

Selain Pulau Miangas, BBM Satu Harga ini juga telah menembus Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan ini merupakan wilayah dengan akses darat paling sulit di Sulawesi.

Baca Juga :  BKKBN Sulteng Tunjuk Pengelola Keuangan Tahun 2021

Pasalnya, kendaraan pendistribusi BBM meski naik-turun hutan tropis dengan jalanan berkelok menyusuri pinggir tebing dan jurang yang dalam.

Kondisi itu mengakibatkan BBM harus dipindahkan kedalam drum-drum yang kemudian di angkut  mobil pick up serta truk double gardan.

Tantangan lainnya, jalanan menuju Kecamatan Seiko kerap terjadi longsor yang menyebabkan jalanan berlumpur saat hujan deras. Akibatnya distribusi BBM kerap tertunda hingga 4 atau 6 hari.

Longsor dan jalanan berlumpur ini pun membuat para sopir BBM sering kali menginap di jalan dan membawa bekal yang lebih.

Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Agus Dwi Jatmoko mengatakan, BBM Satu Harga untuk kecamatan Seko beroperasi pada Juli 2018 dengan konsumsi BBM per bulan untuk premium sebanyak 20 kilo liter dan 20 kilo liter untuk biosolar.

Baca Juga :  Hari ini PKS Sulteng Kerahkan Relawan ke Sulbar

Sedangkan untuk program OVOO, pada tahun 2021 terdapat salah satu target lokasi yaitu Kecamatan Pinembani yang termasuk daerah tertinggal yang masih ada di Kabupaten Donggala.

Daerah diputuskan sebagai daerah tertinggal berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020 – 2024.

Lokasinya terletak sekitar 60 Km ke arah Barat Daya Kota Palu. Kondisi jalan  berbatu dan tanah yang belum ada aspal sama sekali membuat waktu tempuh ke lokasi mencapai sekitar 3-4 jam apabila menggunakan kendaraan roda 4 dan 2-3 jam apabila menggunakan kendaraan roda 2.

Baca Juga :  Tampil di Dialog ZI WBK, Irwil Kusmiadi : Perubahan Birokrasi Harus ada Tokoh Kunci

Itupun dengan catatan tidak sedang hujan, apabila hujan mungkin bisa sampai 5 jam dengan mobil.

Meski begitu, Pertamina jelas Agus tetap berkomitmen penuh untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi di daerah-daerah 3T.

“Diharapkan khususnya dengan adanya program OVOO dengan adanya pangkalan di setiap desa, masyarakat lebih mudah mendapatkan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sama halnya dengan penerapan BBM Satu Harga. Sehingga harga kebutuhan pokok menjadi semakin terjangkau,”demikian Agus(**/TIM)

Pos terkait