FGD PMK3I Kota Palu, Sekkot Palu Harap Kemenparekraf Beri Kesempatan

PALU,CS – Deputi Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melanjutkan proses uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Palu ke Focus Discussion Group (FGD), Kamis 9 Juni 2022 di Hotel Best Western Palu.

FGD bertema diskusi kelompok terpumpun PMK3I ini dilaksanakan untuk menetapkan sub sektor ekonomi kreatif unggulan Kota Palu sesuai hasil disukai dan uji petik.

Sebelumnya pada Selasa 7 Mei sampai dengan Rabu 8 Mei 2022, tim uji petik Kemenparekraf melakukan PMK3I terhadap 18 pelaku usaha kreatif yang menjadi sub sektor jenis usaha di Kota Palu.

Koordinator Infrastruktur fisik ekraf Kemenparekraf RI Muhammad Tidar  Hetsaputra mengatakan, PMK31 dilaksanakan sesuai Peraturan Presiden. Program ini baru dimulai tahun 2018.

Baca Juga :  Presiden Kabulkan Dana Abadi Pesantren, Fraksi PKB Kota Palu Bergembira dan Siap Usulkan Ranperda

Sejauh ini menurutnya, baru sebanyak 70 kabupaten/kota yang sudah melalui uji petik kota kreatif.

“Kota Palu menjadi kota yang ke 71 kita lakukan uji petik PMK31,”katanya.

Ia menjelaskan, setelah melalui uji petik dan FGD, nantinya akan ada satu subsektor yang akan ditetapkan menjadi sektor ekonomi kreatif unggulan.

Hal ini menurutnya adalah langkah awal dalam upaya pengembangan kota kreatif di Indonesia. Terhadap kabupaten/kota yang nantinya ditentukan sebagai kota kreatif sesuai usaha unggulan akan berhak mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari Kemenparekraf.

Baca Juga :  FDS Ekslusif 2023 Sasar 8 Kelurahan di Kota Palu

“Selain itu juga akan dikoordinasikan dengan kementerian lain. Maka yang sudah masuk list uji petik dan telah dikenali potensinya itu akan diangkat bersama,”jelasnya.

Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Irmayanti Pettalolo, membuka kegiatan menjelaskan, setelah uji petik yang dilakukan terhadap pelaku ekonomi kreatif, maka pihaknya berharap Kemenparekraf bisa memberi kesempatan bagi pelaku usaha disemua sub sektor untuk bisa dikembangkan sesuai potensinya di Kota Palu.

Menurutnya, masyarakat Palu adalah masyarakat tangguh yang bisa melewati tantangan. Terbukti setelah bencana alam 2018, masyarakat Palu ia nilai cepat bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga :  Gebyar Pasar Tani dan UMKM Dekatkan Konsumen dan Produsen

Sekkot berhemat, pelaku usaha kreatif di Kota harus dikembangkan. Mengingat potensi secara geografis yang akan berdekatan dengan Ibu Kita Negara (IKN) yang baru di Kalimantan.

“Kedekatan dengan IKN ini bisa dipertimbangkan oleh Kemenparekraf untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Palu,”harapnya.

Kemenparekraf juga perlu memberi  kesempatan terhadap Kota Palu sebagaimana kota-kota lain yang sebelumnya telah berhasil mengembangkan sebuah sub sektor usaha kreatif.

“Kami berharap ini bisa disahuti Kemenparekraf. Kami tidak akan sia -siakan kepercayaan jika diberikan kesempatan menjadi salahsatu kita keatif di Indonesia,”demikian Sekkot (TIM)

Pos terkait