Demo BBM, HMI Geledah Kantor DPRD Sulteng Dan Beri Kuliah Umum

SULTENG,CS – Setelah hampir 1 jam lebih berorasi, massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu akhirnya dipersilahkan masuk ke halaman Kantor DPRD Sulteng lengkap dengan mobil pengangkut sound sistemnya hingga ke depan ruang sidang utama.

Mereka sebelumnya dihalau personil kepolisian yang jumlahnya tidak seberapa, di depan pintu pagar sebelah selatan karena ingin masuk ke dalam kantor.

Massa HMI yang juga hanya puluhan orang itu berunjuk rasa menolak rencana pemerintah mencabut subsidi BBM, pertalite dan solar, Kamis 1 September 2022.

Dalam orasi beberapa perwakilan massa aksi, mereka ingin bertemu wakil rakyat yang komisinya terkait masalah tersebut untuk mendengungkan tuntutan itu di dalam gedung. Mereka meminta pihak kepolisian tidak menghalangi itu.

Baca Juga :  Pansus Tatib DPRD Sulteng Bahas Rancangan Peraturan DPRD Sulteng Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan DPRD Sulteng tentang Tata Tertib DPRD Sulteng

Terpantau, pihak kepolisian akhirnya mempersilahkan massa untuk masuk. Namun begitu massa masih dihalau tepat di depan pintu masuk menuju ruang sidang utama. Di tempat ini massa HMI kembali membangun negosiasi dengan satu-satunya anggota DPRD yang hadir, yaitu Fairus Husen Maskati (FHM) dan pihak kepolisian.

Mereka meminta FHM mempersilahkan massa untuk masuk bertemu dan berdialog dengan anggota DPRD komisi tiga.
Dari negosiasi itu terungkap tak ada lagi anggota DPRD yang hadir selain FHM. Semuanya sedang melaksanakan tugas.

Tapi massa HMI tidak percaya informasi itu hingga meminta untuk memeriksa langsung seluruh ruangan di Gedung B DPRD Sulteng.

FHM kemudian menyahuti permintaan itu dan mempersilahkan tiga perwakilan HMI untuk lebih dulu masuk memeriksa ruangan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sulteng Hadiri Pembukaan FDP 2022, Penonton Membludak

Ditemani pegawai sekretariat dan beberapa polisi, tiga perwakilan HMI pun masuk dan langsung menuju ke gedung B tempat ruangan fraksi berada. Ketiga perwakilan mahasiswa ini menggeledah seluruh ruangan fraksi sambil terus komplain ketidakhadiran anggota lainnya.

Dari lantai bawah, tiga mahasiswa ini kemudian diantar menuju lantai dua untuk kembali memeriksa seluruh ruang fraksi. Membuka satu persatu pintu ruang fraksi yang tertutup untuk memastikan apakah ada anggota yang hadir namun tidak bersedia menemui massa.

Setelah memastikan tak ada anggota diseluruh ruang fraksi, tiga mahasiswa langsung menuju ruang pertemuan lantai 2 gedung utama untuk bergabung dengan rekan-rekannya.

Baca Juga :  Dukung Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, Pemprov Sulteng Siapkan Sejumlah RAD

Di ruang pertemuan ini, massa HMI berkumpul dan duduk disemua kursi. Sebagian lainnya duduk melantai. Mereka menggelar kuliah umum di ruang pertemuan itu untuk menjelaskan akal-akalan pemerintah dibalik rencana menarik subsidi BBM.

“Kami ingin memberikan kuliah umum kepada anggota DPRD Sulteng berdasarkan hasil kajian yang telah kami lakukan,”jelas seorang mahasiswa.

Pertemuan ini pun dihadiri FHM dan mendengarkan argumentasi demi argumentasi yang disampaikan secara bergantian. Tiga tuntutan utama HMI dalam unjuk rasa ini adalah menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, menurunkan harga tarif dasar listrik serta menertibkan mafia BBM bersubsidi.

Hingga pukul 14.30 WITA, pertemuan diskusi yang mereka sebut kuliah umum itu masih berlangsung (TIM).

Pos terkait