Masih Banyak Penghambat Kesetaraan Gender di Indonesia

PALU,CS – Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo membuka Workshop Global HeForShe Senin, 21 November 2022 di ruang rapat kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu.

Mewakili wali kota, Irmayanti menyebut isu kesetaraan gender merupakan salah satu isu yang diperhatikan di dunia internasional, termasuk di Indonesia.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak permasalahan yang menghambat pencapaian kesetaraan tersebut. Salah satunya akibat adanya ketidakadilan berbasis gender yang dihadapi oleh perempuan dan laki-laki di Indonesia.

“Un women dan pemerintah Indonesia bekerjasama untuk menangani masalah ketidakadilan berbasis gender seperti perbedaan kesempatan kerja terhadap buruh perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Serahkan Paket Stimulus Stunting di 3 Kelurahan

Ia mengatakan HeForShe pertama kali diluncurkan September 2014 oleh Presiden Majelis Umum, Sekretaris Jenderal PBB dan Un Women Global Goodwill Ambassador pada sidang Majelis Umum PBB ke-69.

Hingga saat ini, lanjutnya terdapat 50 Kepala Negara/Pemerintahan secara tertulis menyampaikan dukungan terhadap kampanye HeForShe yang tidak ditujukan untuk ‘menyelamatkan’ wanita.

“Justru gerakan ini diadakan untuk kesetaraan pria dan wanita, pria mendukung wanita, dan wanita mendukung pria,” ungkapnya.

Gerakan HeForShe, kata Sekkot merupakan suatu bentuk komitmen yang menjadi kepedulian para pemimpin negara termasuk Presiden RI, Ir. Joko Widodo yang menyatakan bahwa perempuan adalah mempresentasikan separuh dari pelaku dan penerima manfaat dari pembangunan.

Baca Juga :  Penerimaan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se Sulteng Dibuka, Berikut Jadwal Tahapannya

Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan khususnya yang menyangkut akses partisipasi, kontrol, dan manfaat dari pembangunan.

“Sebagai program nasional, gerakan HeForShe perlu mempunyai arah yang tepat dan berfokus. Oleh karena itu perlu diperjelas arah kebijakannya kedepan tentang kebijakan, program, kegiatan dan kelembagaan pendukungnya,”demikian Sekkot (***).

Pos terkait