Penyintas Huntara Layana Tegaskan Tak Ada Pengusiran

PALU,CS – Penyintas yang mendiami Hunian Sementara (Huntara) angkasa Kelurahan Layana Kecamatan Mantikulore Palu mengklarifikasi mis informasi terkait pengusiran yang mereka alami.

Memang benar ada pembongkaran Huntara. Tapi hanya sebanyak dua blok karena pemilik lahan ingin menggunakan lahan pada blok tersebut. Pembongkaran itupun sesuai kesepakatan antara pemilik lahan dan penyintas karena sudah melewati batas konfromi penggunaan lahan.

Sebenarnya terdapat beberapa blok Huntara di lokasi tersebut. Jika dibongkar dua, maka masih ada beberapa bilik dalam blok lainnya yang bisa dihuni.

Hanya saja, para penyintas mengantisipasi kalau-kalau nantinya pemilik lahan dalam blok Huntara lainnya tersebut tiba-tiba ingin memakai lahannya.

Penyintas juga mengaku berita soal adanya pengusiran tersebut sesungguhnya tidak terjadi.

Hal itu diakui Muchlis Labolo, salahsatu penyintas di Huntara tersebut. Terhadap pemberitaan sejumlah media yang menuliskan mereka diusir, Muchlis menyebut hal itu adalah persepsi media itu.

“Belum pak, memang belum. Karena tadinya yang menghuni blok yang dibongkar itu, yang dijanjikan tanggal 20 tapi dia bongkar tanggal 7 Januari 2023. Pada waktu itu pemberitaan terlalu diekspose miring. Maka dari itu warga dari Huntara yang dibongkar kita pindahkan ke Huntara yang kosong, masih ada, masih cukup kamar,”ungkap Muchlis, Jumat 13 Januari 2023 di lokasi Huntara Layana.

Baca Juga :  Wali Kota Palu Sebut Darah Alpha Akan Melahirkan Keturunan Alpha

Hanya kata Muchlis mereka kawatir jika nanti akan ada lagi pembongkaran Huntara yang lain. Karenanya mereka berharap kepada siapapun utamanya kepada pemerintah untuk membantu mereka mengantisipasi hal tersebut.

“Kita belum tau pak, jangan -jangan nanti ada pembongkaran lagi,”ujarnya.

Muchlis menyebut, para penyintas di Huntara Layana umumnya menyadari mereka tidak berhak mendapatkan Hunian Tetap (Huntap) karena mereka memang tidak memiliki alas hak kepemilikan tanah dan rumah yang disyaratkan sebagai sasaran penerima Huntap.

Saat ini penyintas tengah berupaya secara mandiri untuk pindah dari Huntara tersebut dengan rencana membeli sebidang lahan yang tak jauh dari komplek Huntara. Hanya saja lahan tersebut harus dibeli dari pemiliknya sebesar Rp400 juta lebih.

Baca Juga :  Penutup Munas, KAHMI Bagikan 1.150 Paket Sembako di Huntap Sigi

“Maka itu kami mohon bantuan pemerintah untuk membantu kami membeli lahan tersebut,”harapnya.

Koordinator penyintas Huntara Layana, Azis juga membenarkan tidak ada pengusiran dari Huntara. Ia mengaku saat itu yang terjadi hanyalah pembongkaran dua unit blok Huntara.

“Pemberitaan yang kemarin itu soal pengusiran, iya kalau mau dibilang pengusiran memang iya, tapi dari pengusiran dari biliknya bukan dari Huntara,”ungkap Azis.

Ia pun berharap kepada pemerintah bisa membantu penyintas atas rencana pembelian lahan tersebut. Apalagi kata dia, Wali Kota Palu sudah berjanji siap untuk memfasilitasi bantuan pembangunan hunian jika mereka mendapatkan lahan.

“Kita sudah pernah bertemu wali kota. Saat itu pak wali sampaikan bahwa pemerintah tidak memiliki lahan,”bebernya.

Salahsatu pemilik lahan bernama Guntur mengemukakan bahwa ia hanya memiliki lahan pada dua unit blok Huntara. Guntur mengaku masih bersedia lahannya digunakan untuk penyintas.

Baca Juga :  Warga di RT 3 RW 4 Lasoani Minta Infrastruktur dan Bantuan Usaha di Reses Erman Lakuana

Namun demikian kata dia, pemilik lahan di kompleks Huntara tersebut diketahui sebanyak 11 orang termasuk dirinya. Sejauh ini menurutnya baru tiga pemilik lahan yang teridentifikasi dan semuanya masih bersedia lahannya digunakan.

Meski begitu, Guntur juga merasa kawatir jika pemilik lahan yang belum teridentifikasi ini tiba-tiba muncul dan ingin menggunakan lahannya.

“Kalau saya pak masih bersedia. Lahan saya memang terdapat dua unit blok Huntara. Satu unit sudah dibongkar, tapi saya masih bersedia lahan pada satu unit blok lainnya digunakan,”ujar Guntur.

Sebelumnya Kepala BPBD Palu Presli Tampubolon melakukan pertemuan dengan para penyintas. Penegasan bahwa tidak terjadi pengusiran juga diungkapkan para Penyintas dalam pertemuan tersebut.

Presli menyebut akan membawa aspirasi penyintas terkait rencana pembelian lahan mandiri yang sedang diupayakan para Penyintas tersebut kepada Wali Kota Palu. (TIM).

 

Pos terkait