Rp2 Miliar Menanti Sekolah Terbaik di Kota Palu

PALU,CS – Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo menyebut peran kepala sekolah sangat menentukan kualitas sekolah tersebut. Kepala sekolah adalah motor penggerak yang bakal menjadi efek domino dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan karakter yang baik.

Demikian Sekkot mewakili wali kota dalam sosialisasi program 1 Kepsek calon peserta program pengembangan kompetensi tenaga pendidik dan magang di Aula SMPN 1 Palu Kamis, 16 Februari 2023.

“Kepala sekolah adalah orang yang paling menentukan, sebagai motor penggerak kualitas sekolah. Jika profesional maka akan melahirkan anak murid yang berkualitas, baik aspek pendidikan, pengetahuan, dan pembinaan karakter,”katanya.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Wali Kota Undang Komunitas di Kota Palu

Dia berharap para Kepsek untuk menitik beratkan pada pembinaan kharakter anak didik demi generasi yang sehat dan unggul.

Wali Kota Palu menurutnya tahun 2023 ini akan melaksanakan program magang bagi Kepsek terpilih. Dengan harapan hasil magang tersebut dapat diterapkan di sekolahnya masing-masing serta membagikan pengalaman kepada seluruh sekolah khususnya yang ada di Kota Palu.

Program penguatan aparatur sedianya ujar Sekkot tak hanya kepada Kepsek saja, melainkan juga bagi para kepala OPD di Kota Palu dengan tujuan untuk penguatan kapasitas dalam menjalankan tugas kemasyarakatannya agar lebih profesional.

Baca Juga :  Bappeda Sebut Tersisa 1 Janji Politik Wali Kota Palu Yang Belum Berjalan dan Teranggarkan

“Kita berharap agar semua kualitas sekolah sama, baik yang ditengah kota maupun yang dipinggiran, termasuk dengan fasilitasnya, tidak ada lagi sekolah yang menjadi rebutan,”ujarnya lagi.

Pemkot Palu tambah Sekkot akan secara berkala melalukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh sekolah di Kota Palu setiap bulannya dengan berbagai aspek penilaian.

Dari itu, bagi sekolah yang dinilai baik, akan mendapatkan reward penghargaan sebesar Rp2 Miliyar.

“2 Miliyar reward bagi sekolah, tidak dinilai secara langsung, melainkan terpantau setiap bulannya, dengan melihat berbagai aspek perkembangannya untuk proses evaluasi,”pungkasnya (***).

Pos terkait