100 Persen Pemda di Sulteng Berstatus Digital, BI Gelar HLM TP2DD di Poso

POSO,CS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan High Level Meeting (HLM) TP2DD se-Sulteng di Danau Poso Resort, Tentena, Kabupaten Poso, Selasa 14 Maret 2023. HLM ini merupakan komitmen dan upaya bersama dalam mendorong percepatan perluasan digitalisasi daerah.

HLM TP2DD dihadiri langsung Bupati Poso, Verna G M Inkiriwang, Deputi KPw BI Sulteng Gusri Wantoro, Sekretaris Diskominfo Sulteng Aswin, Direktorat Pendapatan Daerah, Kemendagri, Ni Putu Myari Artha, serta perwakilan Bapenda dan BPKAD se-Sulteng sebagai anggota TP2DD.

TP2DD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait, yang dibentuk untuk mendorong inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP), serta integrasi ekonomi dan keuangan digital dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan.

TP2DD dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, dengan tujuan mendorong implementasi ETPD dan mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital masyarakat untuk mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi, dan keuangan digital nasional.

Baca Juga :  Masa Pademi, Produksi Ikan di Sulteng Tidak Goyang

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Poso, Verna Inkiriwang berterima kasih atas inisiasi dan kolaborasi KPw BI Sulteng dalam pelaksanaan HLM dan Rakor TP2DD se-Sulteng.

Serta dukungan Kemendagri RI sehingga Pemda Poso dan 13 Pemda lain di Sulteng dapat terus mengawal implementasi dan realisasi program dari roadmap TP2DD yang telah disusun masing-masing Pemda.

Deputi KPw BI Sulteng Gusri Wantoro dalam paparannya menjelaskan, capaian 100persen status Pemda digital berdasarkan hasil evaluasi indeks ETPD semester II Tahun 2022 merupakan sebuah pencapaian bersama yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Mazda Buka Dealer di Kota Palu

Karena itu setiap Pemda menurutnya perlu terus mendorong penggunaan kanal pembayaran nontunai, khususnya QRIS dalam pembayaran pajak dan retribusi untuk semakin mendorong peningkatan realisasi ETPD di Sulteng.

Sekretaris Diskominfo Sulteng, Aswin menyatakan dukungannya untuk terus mendorong penyediaan ketersediaan jaringan komunikasi yang baik untuk mendukung percepatan perluasan digitalisasi di daerah.

Kegiatan HLM dilanjutkan dengan Coaching Clinic dari DKSP secara virtual terkait Implementasi Kartu Kredit Pemerintah Domestik (KKPD) yang sejalan dengan arah navigasi pengembangan SP Indonesia pada BSPI 2025.

Dilanjutkan paparan Kemendagri yang memberikan arahan serta pelatihan kepada perwakilan Bapenda dan BPKAD yang hadir terkait hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengisian Indeks ETPD.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari pembahasan yang disepakati dalam HLM, KPwBI Sulteng melaksanakan Launching Pasar Sentral Poso S.I.A.P QRIS bersama Disperindag Poso dan Perbankan yang dihadiri sekitar 75 pedagang yang ada di Pasar Sentral Poso.

Baca Juga :  Tukar Tambah Mobil Lama ke Toyota Baru Lebih Mudah Melalui Toyota Trust

Kemudian dilanjutkan kegiatan sosialiasi dan edukasi di Universitas Sintuwu Maroso Poso dengan mengangkat tema “Digital Experience with QRIS and BI-FAST yang dihadiri sekitar 150 mahasiswa.

Gusri Wantoro berharap rangkaian kegiatan HLM TP2DD dapat semakin memperkuat koordinasi antar TP2DD Sulteng sehingga implementasi ETPD dapat berjalan lebih optimal, serta dapat semakin meningkatkan score IETPD dari masing-masing TP2DD Sulteng baik tingkat Provinsi, Kota, maupun Kabupaten.

Selain itu, dari rangkaian kegiatan ini juga diharapkan dapat semakin memperluas akseptansi digitalisasi pembayaran sekaligus mendorong peningkatan pengguna baru dan volume transaksi QRIS di Sulteng(**)

Pos terkait