PALU,CS – Ridha Saleh menjadi salahsatu kandidat yang digadang-gadang bakal meramaikan kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Palu tahun 2024 mendatang. Namanya kini mulai ramai diperbincangkan dalam bursa calon wali kota.

Sosok Ridha Saleh yang akrab disapa Edang ini dikenal sebagai aktivis pergerakan dan profesional. Semasa kuliah di Universitas Tadulako (Untad) Palu, ia bergabung dibanyak organisasi. Pernah pula menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa sekaligus pimpinan umum pers Mahasiswa di Untad. Namanya melejit ketika diamanahi jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) RI periode 2007-2012.

Sederet pengalaman organisasi dan jenjang akademik mengantarkan Edang menjadi seorang profesional dan kini dipercaya sebagai salahsatu Tenaga Ahli Gubernur Sulteng.

Sejak bertekad maju sebagai calon Wali Kota Palu, Edang pun terus bergerak memperluas sosialisasi. Ia turun lapangan membangun simpul-simpul relawan dan tim. Termasuk melakukan komunikasi politik untuk melobi Parpol pendukung dan pengusungnya nanti.

Edang mengaku sejauh ini telah membangun komunikasi itu hampir dengan seluruh Parpol, baik pemilik kursi di DPRD Palu maupun tidak memiliki kursi.

“Ketua-ketua partai politik ini semuanya bersahabat dengan saya,”sebut Edang, Minggu 30 April 2023.

Edang menyadari bahwa saat ini ia tidak tercatat sebagai pengurus maupun kader Parpol manapun. Oleh sebab itu langkah awal yang ia tempuh adalah membangun pola komunikasi dengan cara yang berbeda sehingga Parpol bisa mempertimbangkannya.

“Partai sekarang sudah lebih moderen dan maju melihat calon yang mereka usung. Karena partai politik saat ini juga memikirkan bukan hanya kepentingannya tapi juga kepentingan pembangunan,”kata Edang.

Dia berhemat, salahsatu barometer Parpol untuk mengusung kandidat adalah survei, bukan semata-mata kader. Parpol sejauh ini menurutnya sudah lebih moderen dan terbuka untuk kandidat di luar kader. Meski ia akui, menjadi kader Parpol memang hal yang mutlak sehingga kemungkinan untuk bergabung ke Parpol juga menjadi penting bagi dirinya.

“Soal ajakan menjadi kader, ini memang sudah ada tapi ada saatnya saya akan memilih partai. Sebab harus diakui umumnya menginginkan kadernya yang maju. Itu harus kita pahami sebagai orang yang saat ini sedang berencana mencalonkan diri,”ujarnya.

Namun sebagai profesional, ia ingin menunjukkan bahwa Parpol kini memang telah benar-benar objektif jika berbicara siapa calon yang mereka usung nanti. Ada banyak variabel yang akan menjadi pertimbangan Parpol.

“jadi saya harus memperlihatkan itu kepada partai. Saya juga ngga mau datang membebani partai politik. Supaya mereka menilai lebih fair kepada kita. Bahwa mereka ada kader, iya. Tapi belum tentu itu yang mereka usung,”hematnya.

Untuk memenuhi kriteria Parpol itu Edang pun mengaku saat ini ia sedang melakukan survei dan hasilnya terus menunjukkan peningkatan elektabilitas dan popularitasnya.

“Kalau misalnya kita bisa memperlihatkan kualitas ,visi yang lebih rasional. Maka bisa jadi partai politik ini mempertimbangkan dengan matang. Apalagi kita datang dengan survei memadai dan memenuhi kriteria yang mereka inginkan. Karena partai politik juga pasti akan melakukan survey secara internal melalui partainya,”ucapnya.

Bahkan katanya hasil komunikasi politik yang ia bangun disejumlah Parpol justru mendorongnya lebih jauh untuk melakukan sesuatu yang dapat terus mendongkrak popularitas dan elektabilitas sebagai calon wali kota.

“Sejauh ini komunikasi yang saya lihat, mereka (Parpol) melihat positif kita maju. Bahkan ada partai yang menyarankan kepada saya apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas dan sebagainya,”demikian Edang (TIM).