Implementasikan Pola RJ, Sat Reskrim Polres Banggai Damaikan Kasus Dugaan Perzinahan

BANGGAI, CS – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banggai mendamaikan kasus dugaan perzinahan untuk tidak dilanjutkan keranah hukum, Selasa 6 Juni 2023.

Mediasi tersebut bertempat diruang Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Banggai dalam mengimplementasikan pola Restorative Justice sehubungan dengan laporan kasus dugaan tindak pidana Perzinahan yang terjadi sekitar Desember 2019 lalu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Fraksi PKB DPRD Banggai Sikapi Kasus DAS Teku, Haji Udin : Jangan Sampai ada Tanah Negara yang Diperjual Belikan

Hadir dalam mediasi tersebut, Kanit IV IPDA Herdison Tamaka, SH, pihak korban/pelapor RM (50) serta terlapor TS dan EL.

Menurut Kasat Reskrim, Iptu Tio Tondy, menjelaskan, dari hasil mediasi yang dilakukan oleh Unit IV PPA terhadap korban dan para pelaku, dihasilkan kesepakatan bahwa para terlapor berjanji sudah mengakhiri hubungan keduannya.

Dikatakannya, bahwa korban atau istri dari terlapor TS, telah bermohon untuk pencabutan laporan polisi dan membuat surat pernyataan damai yang ditanda tangani masing-masing pihak di atas meterai dan disaksikan pemerintah Desa Moilong dan Desa Ombolu Kecamatan Batui.

Baca Juga :  Tertipu Rp2.425 Miliar, Penasehat Hukum Pertanyakan Kinerja Polres Banggai

Kasus tersebut berdasarkan Loporan Polisi Nomor  : LP / B / 285 / VI / 2023 / SPKT / RES BGI / POLDA SULTENG, tanggal 5 Juni 2023. Hingga akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai.

“Korban sudah tidak keberatan dan memaafkan perbuatan salah satu terlapor EL yang juga masih memiliki hubungan saudara yakni ipar,” sebut Kasat Reskrim Polres Banggai Iptu Tio Tondy.

Awal kasus dugaan perzinahan terungkap, yang mana saat itu pelapor RM menemukan HP milik terlapor EL yang terjatuh di mobil, kemudian RM melihat foto suaminya TS berada digaleri di HP milik EL tersebut. Saat dikonfirmasi pelapor, bahwa TS dan EL mengakui hubungan keduanya. (AMLIN)

Pos terkait