Gelar ITFL, Dispar Banggai Terkesan Tak Punya Konsep Penguatan Kepariwisataan

BANGGAI,CS – Kegiatan International Teluk Lalong Festival (ITFL) Tahun 2023 yang prakarsai oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Banggai, resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Tengah Fahrudin D Yambas, Kamis 24 Agustus 2023, malam.

Festival di awali dengan karnaval budaya pada Kamis sore tersebut, bertujuan untuk mendongkrak International Teluk Lalong Festival, menghadirkan peserta dari Latvia, Estonia, Lithuania, Korea Selatan, dan Thailand.

Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP menyebutkan, anggaran yang dialokasikan Dispar Banggai yakni Rp 45 juta untuk penguatan promosi media cetak, elektronik, dan media lainnya, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Pada penyampaiannya, Ketua Pelaksana yang merupakan Sekretaris Dinas Pariwisata Banggai Sri Atmadiana K Mellek menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama 7 hari dengan menghadirkan 82 tamu negara.

Baca Juga :  Hadiri Tabligh Akbar di Kecamatan Moilong, Bupati Banggai Santuni Ratusan Anak Yatim

Terselenggaranya kegiatan festival kali ini bertujuan untuk mempromosikan budaya Banggai, berikut spot spot wisata seperti Pulo Dua, Air Terjun Salodik dan lokasi konservasi Maleo.

Mengenai soal berapa biaya promosi untuk media cetak dan elektonik, bukan menjadi ranahnya untuk menjawab. Seperti dikutip pada Portal Luwuk Kamis 24 Agustus 2023, ia mengatakan bukanlah kewenangannya.

“Yang tahu itu bidang teknisnya. Silahkan dikonfirmasi kabidnya,” ujarnya.

Sangat disayangkan, dalam ajang promosi potensi wisata di Kabupaten Banggai kali ini, sejumlah media lokal tidak dilibatkan oleh pihak pelaksanaan International Festival Teluk Lalong yang berlangsung sampai 30 Agustus 2023 tersebut.

Baca Juga :  Dinas Damkar Banggai Tepis Adanya Penjualan APAR ke Perusahaan

Anehnya lagi, seolah saling lempar, Pelaksana tugas Kepala Dispar Kabupaten Banggai Kamil Datu Adam saat dikonfirmasi pada Jumat, 18 Agustus 2023, malah mengarahkan permintaan klarifikasi kepada Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Banggai, Subrata Kalape. Saat dikonfirmasi, Subrata Kalape mengatakan event ini sudah berjalan.

“Waduh ini sudah lambat, eventnya sudah jalan, persiapannya harus jauh hari, jangan injuritime,” katanya kepada media kepada via WhatsApp melalui Portal Luwuk.

Menanggapi kondisi kesiapan pihak pelaksana ITFL, Hasrudin yang merupakan Kordinator Aliansi Generasi Peduli Kearifan Lokal Kabupaten Banggai, menuding Dispar Banggai terkesan tertutup dan tidak punya konsep matang dalam menggelar promosi kepariwisataan di Kabupaten Banggai.

Kata Hasrudin, kegiatan ITFL yang menghadirkan tamu dari beberapa negara luar, harusnya didesain sesuai dengan konsep promosi pariwisata yang berkelanjutan berbasis Teluk Lalong. Ketika bicara Teluk Lalong, maka ada satu kawasan yang menjadi obyek utamanya.

Baca Juga :  Tim Gabungan Bersihkan Sampah di Pasar Simpong

Namun, yang ada malah, konsep kawasannya malah seakan menjadi pelengkap dari ITFL, dana malah publik diarahkan untuk menikmati tradisi atau budaya negara luar, dan bukan sebaliknya, budaya kita yang menjadi jualan kepada negara luar. Dan parahnya kata Hasrudin, pihak pelaksana tak melibatkan media lokal sebagai pendukung promosi.

“Saya cuma ragu, kegiatan ini tak punya nilai promosi atau penguatan identitas budaya kita, dan malah sebaliknya pihak pelaksana terkesan kejar tayang biar dianggap ada kegiatan,” tandasnya. (AMLIN)

Pos terkait