Perkuat PBB di Dapil Tolitoli – Buol, Ini Gagasan dan Sosok Fauzan Adzima

TOLITOLI,CS – Fauzan Adzima memantapkan diri terjun ke dunia politik mengikuti jejak ayah dan ibunya.  Ia akan bertarung merebut kursi legislative DPRD Sulteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Buol dan Tolitoli pada Pemilu 2024 mendatang melalui Partai Bulan Bintang (PBB) besutan Yusril Izha Mahendra.

Fauzan adalah putra ke 4 dari pasangan Amran H Yahya – Sriyanti Parebba. Amran H Yahya, ayahnya, saat ini menjabat Bupati Tolitoli. Sedangkan ibunya, Sriyanti Parebba kini tengah menjabat Anggota DPRD Tolitoli.

Fudzan masih terbilang muda. Ia lahir Oktober 1999 silam. Usianya kini bahkan masih 26 tahun. Meski dalam usia remaja, Fauzan ternyata punya pemikiran sosial yang cemerlang. Jebolan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun 2021 juga aktif tercatat dalam beberapa organisasi kepemudaan. Yakni Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Cabang Tolitoli dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Tolitoli.

Naluri politiknya menyeruak tepat ketika ayahnya Amran H Yahya berhasil melenggang sebagai Wakil Bupati terpilih pada Pilkada Tolitoli tahun 2001, mendampingi Bupati terpilih saat itu, M Saleh Bantilan. Hingga kemudian Amran H Yahya kembali terpilih menjadi Bupati Tolitoli periode 2019-2023 pada Pilkada Tolitoli 2019. Naluri politiknya kian terasah tajam tatkala ibunya pun berhasil melenggang ke gedung parlemen.

Baca Juga :  Fraksi Gabungan Sepakat Lima Buah Ranperda Donggala Segera Dibahas

Jiwa sosial Fauzan pun demikian tidak mengada-ada. Ia buktikan dirinya dengan mengetuai langsung kegiatan festival gotong royong tepat beberapa waktu setelah ayahnya dilantik menjadi Bupati. Sebuah festival yang melibatkan puluhan pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar Bundaran Tugu Cengkeh Kelurahan Baru. Gelaran festifal ini kata Faudzan juga untuk menyambut bulan suci ramadhan.

Meski sempat diterpa isu miring karena dituding mencari keuntungan pribadi dalam festifal itu, semangatnya tidak kendur ,lalu memilih mengesamapingkan tudingan itu demi sebuah tujuan baik, yakni membuka jalan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di tengah himpitan ekonomi. Sebab festival itu beririsan waktu dengan merebaknya pandemic Covid 19.

“Padahal  kala itu justru kami yang rugi. Untungnya itu cuma bahagia dan senang bisa melibatkan pedagang kecil ikut meramaikan festival gotong royong. Terlebih saat itu pandemic covid 19 tengah merebak namun syukur belum sempat diberlakukan pembatasan kegiatan sosial. Alhamdulillah festival akhirnya sukses juga,” kenang Faudzan.

Baca Juga :  DPRD Sulteng “Marah” Hentikan Pembahasan KUA-PPAS, Ini Alasannya

Sosok remaja berkumis tipis pun dalam beberapa kesempatan, kerap kali terlihat turun lapangan membantu petani korban banjir dengan berbagi bahan pokok di beberapa kecamatan yang menjadi langganan banjir khususnya Kecamatan Lampasio

Menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 Moh, Fauzan Adzima memilih perahu PBB yang dibesarkan ayahnya di Tolitoli. Ia maju sebagai calon anggota DPRD Sulteng, Dapil Buol dan Tolitoli melawan beberapa calon petahana yang telah mengakar kuat.

Fauzan berhemat, legislatif adalah sebuah gerbong sekaligus ruang untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Dan sebagai Ketua HIPMI Tolitoli, Fauzan mengaku bertekad memperjuangkan aspirasi pengusaha muda untuk sebuah ekosesistem wira usaha yang memadai dimasa mendatang. Sebab ia menilai kapasitas sebagai pimpinan organisasi tidak cukup kuat untuk mendorong rencana baik tersebut.

Baca Juga :  PKS Pendaftar Pertama di KPU Sulteng. Ini Nama Bacalegnya

“Ya, karena bagaimana saya mau cetak pengusaha dari kalangan generasi muda jika saya hanya memimpin organisasi sosial,”ujarnya diplomatis.

Sebab itu Fauzan menyebut, jika pada pesta demokrasi nanti ia mendapat kepercayaan rakyat, maka hal yang pertama yang ia lakukan adalah berupaya mendesak pemerintah agar mendorong generasi muda bisa berkolaborasi dengan HIPMI dalam mencetak pengusaha muda handal.

“Dengan begitu ekosistem wira usaha nantinya akan terbangun dan bergairah serta miliki daya saing dengan daerah lain. Ingat, banyak pengusaha nasional lahir dan besar dari HIPMI,”sebutnyaa.

Bagi Fauzan, menjadi politisi merupakan jalan dan pilihan hidup yang harus ia lakoni. Agar gagasan dan niat baik dalam benaknya bisa ia realisasikan.

“Ini sebagai tujuan utamanya. Sekaligus menjadi seni menularkan cara berfikir terhadap kepentingan dan keinginan masyarakat Sulteng secara umum dan khususnya masyarakat di Kabupaten Buol dan Tolitoli,”demikian Fauzan (Armen Djaru)

Pos terkait