Asisten Husaema Ungkap Perbedaan Konsep HAM Versi Barat dan Indonesia

PALU,CS – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, dr Husaema menghadiri syukuran podoa bersama korban pelanggaran HAM berat masa lalu, peristiwa 1965/1966 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat 22 Desember 2023 di rumah peduli SKP HAM, Jalan Basuki Rahmat Palu.

Sukuran ini digelar atas pengakuan negara terhadap korban pelanggaran HAM berat masa lalu.

Asisten Husaema menyampaikan rasa syukurnya atas apa yang telah dilakukan pemerintah terhadap korban pelanggaran HAM berat masa lalu peristiwa 1965/1966.

“Diakui bahwa orang Palu termasuk orang yang sabar. Gembirakanlah orang-orang yang bersabar, apabila yang ditimpa suatu musibah dikembalikan kepada Allah SWT,” kata asisten.

Baca Juga :  Ada Aliran Agama Kepercayaan Baru Beraksi di Lolu Utara Palu

Asisten mengatakan, dalam konsep HAM, ada perbedaan antara versi Barat dan versi Indonesia. Kalau di Barat, kata asisten selalu melihat dari sudut pandang manusianya saja. Tetapi di Indonesia, karena adanya agama yang diakui oleh negara, HAM di Indonesia dipandang dari sudut agama.

Menurut asisten, begitu dahsyatnya Islam dalam memandang hak asasi manusia.

“Makanya antara persepsi barat dengan persepsi kita sebagai umat Islam, sudut pandangnya berbeda,” ungkap asisten.

Dalam Islam, lanjut asisten, salah satu contoh HAM adalah tidak ada paksaan dalam memilih agama.

Baca Juga :  Hadianto Akui Pramuka Membentuk Karakternya

“Di dalam Islam, tidak boleh orang dipaksa memilih agama tertentu,”demikian asisten (**)

Pos terkait