Arogan dan Jarang Ngantor, Pegawai Desak Direktur RSUD Pendau Tambu Donggala Diganti

PALU,CS – 77 Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pendau Tambu, Kabupaten Donggala, mengeluarkan petisi kepada Bupati Donggala terkait kepemimpinan Direktur RSUD yang dinilai kurang memuaskan sejak dilantik.

Petisi ini dikeluarkan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan tata kelola RSUD Pendau Tambu umtuk mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Donggala. Petisi tersebut ditandatangani seluruh pegawai RSUD Pendau Tambu pada 21 Desember 2023 dan ditujukan kepada Bupati Donggala.

Beberapa poin kritik yang disampaikan dalam petisi tersebut antara lain; Direktur RSUD Pendau Tambu Muhammad Asat, dinilai lebih banyak mengendalikan urusan perkantoran dari rumah pribadinya di Labuan.

Baca Juga :  Kepala BKKBN Kunjungi Wakil Ketua MPR RI Bahas Percepatan Pencegahan Stunting

“Kehadiran Direktur di RSUD Pendau Tambu dalam rentang waktu satu bulan, mulai dari bulan Juli hingga November 2023, tercatat hanya 3 hari kerja. Setiap kali diminta untuk masuk kantor, Direktur selalu memberikan alasan bahwa memiliki banyak urusan di Donggala yang harus diselesaikan,” bunyi salah satu petisi.

Direktur RSUD Pendau Tambu juga dinilai sering menggunakan kata-kata yang tidak sopan dalam menegur bawahan maupun manajemen RSUD Pendau Tambu.

“Terkait pengelolaan keuangan, beberapa pegawai mengaku kesulitan dengan model kepemimpinan yang ada,” lanjut petisi itu.

Baca Juga :  Per 1 September 2023, Peserta JKN Terpapar Covid-19 Kini Masuk Jaminan BPJS Kesehatan

Para pegawai RSUD Pendau Tambu memohon agar dilakukan pergantian Direktur RSUD Pendau Tambu.

Petisi ini merupakan bentuk kepedulian para pegawai RSUD Pendau Tambu terhadap peningkatan kinerja dan pelayanan rumah sakit yang mereka cintai.

Mereka berharap agar petisi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait untuk melakukan perubahan yang lebih baik demi kepentingan bersama.

Direktur RSUD Pendau Tambu, Muhammad Asat yang dikonfirmasi Senin 1 April 2024 berturut hingga Selasa  April 2024 melalui telepon dan pesan singkat belum merespons. Begitu pula Kepala Dinas Kesehatan Donggala, dr Sahriar juga belum merespons.(**)

Pos terkait