BI Sulteng Launching Bersama Pusat Layanan Informasi Perizinan Bagi UMKM di Kantor DPMPTS Sulteng

PALU,CS – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menginisiasi pembentukan gerai layanan bersama pusat informasi perizinan bagi pelaku UMKM Sulteng. Pusat layanan informasi itu di tempatkan di mall pelayanan public Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng.

Pusat informasi perizinan bagi pelaku UMKM tersebut dilaunching bersama dengan road to karya kreatif Sulteng (KKST) dan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Rabu 3 April 2024.

Launching dihadiri kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Sisiliandi Ponulele, pejabat mewakili Kepala Kanwil KemenkumHAM Sulteng, Kepala BPOM Palu, kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dan pejabat Kepala Kemenag Sulteng.

Pejabat Kanwil KemenkumHAM Sulteng, Raymond Johanis dalam sambutannya mengatakan pelayanan informasi ini merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan bersama sebagai dukungan terhadap GBBI. Menurutnya Kanwil KemenkumHAM Sulteng harus bertanggung jawab dan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulteng dan KPw BI Sulteng.

“Tanpa sinergitas dan kolaborasi, maka GBBI tidak akan berjalan dengan baik,”ujarnya.

Terkait layanan informasi pelaku UMKM, menurutnya ini adalah kelanjutan dari tahun 2023 yang pernah dilaksanakan di Sulteng. Raymond berhara pelaku UMKM setelah launching ini bisa meningkatkan pemahaman terkait syarat untuk mendapat izin. Termasuk memahami bagaimana mengurus izin secara lengkap,terkait hak cipta, soal pangan dan dan merk.

Baca Juga :  HUT IDI ke-72, BI Sulteng dan IDI Bagi 1000 Bibit Cabai

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Sisiliandi Ponulele mengatakan layanan informasi perizinan ini  terbuka untuk semua pelaku UMKM kabupaten dan kota.  Menurutnya legalitas dan identitas menjadi perlu bagi pelaku usaha diera digital saat ini untuk memenuhi tuntutan pasar.

Melalui layanan tersebut Sisiliandi berharap semua pihak dapat membangun kolaborasi dengan sejumlah lembaga pelayanan untuk memudahkan pelaku UMKM mendapatkan izin yang diperlukan.

“Karena percuma saja produk UMKM itu baik jika tidak punya legalitas,”ujarnya.

Dia berharap pera pelaku UMKM muali saat ini harus mengubah cara -cara lama untuk disesuaikan dengan digitalisasi dan harus memenuhi standar pasar.

“Terimakasih Kantor Perwakilan BI Sulteng atas inisiasi dan launching pelayanan informasi ini,”tandas Sisiliandi.

KPwBI Sulteng menyadari pentingnya peran perizinan dalam memberik kepastian hukum dan perlindungan bagi para pelaku UMKM. Inilah yang mendorong KPwBI Sulteng menginisiasi program sinergi antar lintas instansi dan dinas di pemerintah daerah yang terkait dengan pelayanan ke UMKM.

Program layanan informasi ini melibatkan antara lain, Kanwil Kemenkumham, DPMPTSP, Kanwil Kemenag, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Ini merupakan upaya yang dianggap signifikan mendukung UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. yakni melalui kemudahan dalam mendapatkan izin usaha. Oleh karena itu, kegiatan sinergi ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan perizinan khusus untuk UMKM, dengan fokus untuk mempermudah UMKM mendapatkan izin usaha. Inisiasi ini dikemas dalam rangkaian road to Karya Kreatif Sulawesi Tengah dan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) Sulawesi Tengah 2024 yang didukung penuh oleh Kanwil Kemenkumham sebagai campaign manager.

Sinergitas itu menjadi bukti nyata sinergi dan upaya kolaborasi dalam rangka mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Sulteng dan menjadi salah satu hadiah menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulteng  ke -60 Tahun, pada 25 – 28 April 2024 mendatang.

Baca Juga :  Kabar Baik, Awal 2023 Pemerintah Naikkan UMP dan UMK

Deputi KPw BI Sulteng Angsoka Y Paundralingga menjelaskan sinergi antar instansi untuk mempermudah pendaftaran ijin usaha ini menjadi kabar baik buat UMKM. Upaya ini menjadi bukti kehadiran pemerintah untuk mendukung ekonomi kerakyatan dan mendorong sumber pertumbuhan baru yang inklusif untuk masa depan. Gerai layanan informasi ini menawarkan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam memperoleh informasi segala hal terkait perizinan usaha, antara lain sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), BPOM, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan Indikasi Geografis dan lain sebagainya, yang akan menjadi hal mandatori untuk dimiliki pelaku usaha dan akan mendorong UMKM naik kelas.

Baca Juga :  BI Optimis Ekonomi dan Inflasi Sulteng 2024 Tetap Pada Sasaran Nasional

Launching dihadiri UMKM binaan/mitra sebanyak 50 UMKM dari masing-masing instansi dan dinas di lingkup pemerintah daerah Sulteng, sebagai ajang silaturahmi dan diskusi terkait permasalahan dan harapan dukungan dalam pengembangan, serta sumbang saran terkait penyempurnaan program ke depan. Melalui loket pelayanan perizinan yang berlokasi di kantor DPMPTSP, pelaku UMKM dapat memperoleh Informasi terkait persyaratan dan proses perizinan usaha.

Angsoka menambahkan, bahwa kepercayaan menjadi modal penting bagi pelaku UMKM mengembangkan usahanya.

“Kulihat dulu ada profesor Cina yang berceritas tentang resep satu bangsa yakni militer, kekayaan dan kepercayaan. Bangsa tumbuh besar jika ada kepercayaan dalam dan luar negeri. Jika saling percaya maka usaha ini akan maju,”ujarnya.

Angsoka menyebut harta kekayaan ada Sulteng itu akan dikenalkan di dunia. Dunia saat ini bergerak ke Sulteng jika berbicara tentang grren energi. Orang-orang butuh nikel. Maka untuk investasi masuk ke Sulteng kita butuh dukungan pelaku UMKM. Kembangkan kreasi dan karya.Karena hanya dengan adanya kreasi maka ada sesuatu yang bisa dijual,”ujarnya.

Apalagi menurutnya kedepan akan ada arus pergerakan Ibu Kota Negara (IKN) yang datang ke Sulteng

“Lima tahun kedepan kita harus persiapkan diri untuk IKN.”pungkasnya (TIM)

Pos terkait