Tolitoli Diserang Walang Sangit

TOLITOLI,CS – Kota Tolitoli saat ini tengah diserang hama koloni walang sangit. Koloni serangga ini diketahui mulai muncul sejak 20 Mei 2024. Setiap malam koloni walang sangit ini mengerubuti lampu-lampu penerangan jalan umum maupun lampu rumahan.

Warga yang terganggu datangnya koloni ini adalah Haspudin dan Yuliana di Kelurahan Tuweley.

Yuliana mengaku kewalahan dengan walang sangit ini karena setiap tahun muncul. Mereka terpaksa hanya bisa memadamkan lampu rumah agar serangga itu tidak masuk rumah dan hinggap dimakanan.

“Satu-satunya cara lampu dimatikan agar tidak masuk kalau malam,”ujar yuli

Baca Juga :  April 2024 Tuntaskan 81,25 Persen Kasus, Kapolda Apresiasi Satreskrim Polres Sigi

Pemakaian pestisida yang berlebihan oleh petani sehingga terbentuk ekosistem yang tidak seimbang di ketahui predator utama walang sangit adalah laba laba,saat ini hampir manusia tidak pernah lagi melihat sarang sarang laba laba di sudut sudut rumah,bahkan di kebun petani cengkeh sarang laba laba jarang di temukan sementara perkembang biakan walang sangit periode bertelurnya rata-rata 57 hari dan walang sangit dapat hidup rata rata  rata-rata 80 hari

Walang sangit dikenal karena baunya yang busuk atau “Sengngi” kalau digangu walang sangit akan terbang sambil mengeluarkan bau yang berasal dari abdomennya.

Baca Juga :  Usai Rampungkan Paving Blok Asrama, Iptu Irfendi digantikan Suharyono Jadi Danki 4 Batalyon

Wiyatmoko yang merupakan aktivis lingkungan mengkritik pemerintah daerah di mana menurutnya masyarakat tidak pernah ada pencerahan tentang pentingnya keseimbangan lingkungan yang saling membutuhkan antar alam dan manusia.

“Jangan pernah mengubah bentangan alam agar alam tidak marah dan sayangi makhluk hidup agar kehidupan berlangsung dengan tentram seimbang,”kata wiyatmoko (Armen Djaru)

Pos terkait