Pertamina Patra Niaga Sulawesi, BUMN Pertama Penerima Sertifikat Tanah Elektronik

MAKASSAR,CS – PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang menerima sertifikat tanah elektronik dari Kantor Pertanahan Kota Makassar, Senin 3 Juni 2024. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi digital yang dijalankan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi dalam operasional.

Sertifikat tanah elektronik ini diserahkan langsung Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar, Muh. Syukur, kepada Area Manager Asset Operation Sulawesi, M. Amroyni Farissi di Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Sulawesi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Sigi Terima 72 Huntap, Ini Sumber Dananya

“Terima kasih atas penerbitan sertifikat tanah elektronik oleh Kanto Pertanahan Makassar, proses administrasi perpanjangan sertifikat tanah elektronik yang mudah dan cepat, membuat kami kedepannya ingin melanjutkan proses alih media sertifikat tanah yang lain milik Pertamina,”kata Amroyni.

Selain penyerahan sertifikat tanah elektronik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi sertifikat tanah elektronik. Dalam sosialisasi tersebut Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar mengatakan bahwa sertifikat tanah elektronik ini membuat semua data tercatat dan masuk dalam blok data.

“Sertifikat elektronik ini selain mencegah terjadinya kerusakan, kehilangan, pencurian, dan pemalsuan dokumen juga memberikan lapisan keamanan tambahan yakni memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang,”jelas Syukur.

Baca Juga :  Gubernur Sulteng Launching Program Patujua BkkbN

Terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan langkah Pertamina ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi BUMN lainnya dalam mengadopsi teknologi digital untuk mendukung operasi mereka dan meningkatkan daya saing di era digital.

“Implementasi sertifikat elektronik adalah bagian dari visi jangka panjang Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang inovatif dan berkelanjutan,”harap Fahrougi (**).

Pos terkait