MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali secara resmi membuka Program Prokohesi (Memperkuat Ketahanan Masyarakat dan Mantan Napiter untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan dan Mempromosikan Kohesi Sosial) di Aula Kantor Bupati Morowali, Selasa (15/04/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Moh Rizal Badudin, mewakili Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Sulawesi Tengah, Badan Kesbangpol Provinsi Sulteng, dan didukung penuh oleh The Habibie Center.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, Program Coordinator LPMS Budiman Maliki, Program Manager The Habibie Center Imron Rasyid, Kabid Pencegahan dan Deteksi Dini Kesbangpol Sulteng Andi Musdalifah, para pimpinan OPD, tokoh adat, pemangku kepentingan, dan insan pers.
Dalam sambutan tertulis Bupati Morowali yang dibacakan Rizal, disampaikan apresiasi atas kehadiran program Prokohesi sebagai bentuk nyata penguatan kohesi sosial di tengah dinamika keberagaman penduduk Morowali.
“Morowali kini menjadi tujuan ribuan pendatang dari berbagai penjuru negeri. Keberagaman ini harus dilihat sebagai kekuatan, bukan hambatan. Melalui program ini, kita mulai membangun ruang dialog yang sehat untuk merawat keberagaman,” ujar Rizal.
Ia juga mengibaratkan konsep kohesi dalam fisika sebagai kekuatan ikatan antarpartikel yang menjadi inspirasi dalam membangun ikatan sosial yang kuat di masyarakat.
Sementara itu, Kabid Pencegahan Dini Kesbangpol Sulteng, Andi Musdalifah, menjelaskan bahwa program ini selaras dengan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE) sebagaimana diatur dalam Perpres RI Nomor 7 Tahun 2021.
Program Manager The Habibie Center, Imron Rasyid, menegaskan kehadiran mereka sebagai bagian dari misi untuk memperkuat semangat persatuan dalam keragaman, sejalan dengan visi almarhum B.J. Habibie.
“Melalui Prokohesi, kami ingin memperkuat penerimaan terhadap perbedaan, menjaga keserasian sosial, dan memperkuat semangat persatuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Morowali,” ungkap Imron.
Di sisi lain, Program Coordinator LPMS, Budiman Maliki, menekankan pentingnya kesinambungan sinergi antara lembaga sipil dan pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat inklusif dan tangguh terhadap segala bentuk radikalisme.
Kegiatan ditutup secara simbolis dengan pemukulan gong, penyerahan plakat dan cinderamata antara LPMS dan Pemkab Morowali, serta sesi pengenalan program Prokohesi kepada peserta yang hadir.
Reporter : Murad


