PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) menggalang dan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp366.414.500 untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana melalui program “Open Donation – Untad Peduli Bencana” yang melibatkan seluruh sivitas akademika serta dukungan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Tadulako.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Universitas Tadulako terpanggil untuk hadir dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini adalah wujud empati, solidaritas, dan kepedulian sivitas akademika Untad terhadap sesama,” ujar Amar, Minggu (4/1/2026).

Dana bantuan yang berhasil dihimpun hingga 31 Desember 2025 itu rencananya akan disalurkan melalui tiga perguruan tinggi di wilayah terdampak, yakni Universitas Syiah Kuala di Aceh, Universitas Sumatera Utara di Medan, dan Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat.

Selain bantuan dana, Untad juga mengambil langkah nyata dengan mengirimkan tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran ke wilayah terdampak guna membantu pelayanan medis bagi masyarakat korban bencana.

Tak hanya itu, kampus negeri terbesar di Sulawesi Tengah tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak. Sebanyak 20 mahasiswa asal wilayah bencana di Sumatera akan memperoleh pembebasan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester.

Menurut Amar, peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan dan akademik, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di masyarakat.

Seluruh program bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di lingkungan Universitas Tadulako sebagai bentuk solidaritas lintas daerah.

Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan melalui Humas Untad bersama unsur pimpinan universitas untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh pihak yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Untad juga membuka peluang untuk melakukan penggalangan bantuan lanjutan apabila kondisi di wilayah terdampak masih membutuhkan dukungan kemanusiaan tambahan. *