MOROWALI, CS – Kepala Desa Puungkoilu, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Alimudin Mahmud, S.Kom, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Surat permohonan tersebut ditujukan kepada Bupati Morowali melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (P3MD).

Dalam surat bernomor 01/021/DS-PKL/I/2026 yang ditandatangani pada 3 Januari 2026, Alimudin menyatakan tidak dapat melanjutkan sisa masa jabatannya periode 2019–2027 karena alasan pribadi atau urusan keluarga.

“Melalui surat ini saya menyampaikan permohonan pengunduran diri secara resmi dari jabatan sebagai Kepala Desa Puungkoilu,” tulis Alimudin dalam surat tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa pengunduran dirinya diharapkan mulai berlaku sejak 3 Januari 2026, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

Dalam pernyataannya, Alimudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan selama menjabat sebagai kepala desa.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekurangan maupun kesalahan.

Selain itu, ia berharap proses pengunduran diri dapat berjalan lancar tanpa mengganggu jalannya roda pemerintahan desa.

Alimudin juga menyatakan kesiapannya untuk membantu proses transisi kepemimpinan agar tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Morowali, Abd. Malik, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan pihaknya telah menerima surat pengunduran diri tersebut.

“Baru kemarin sebelum Lebaran kami terima, karena lama tersimpan di kecamatan,” kata Malik, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan daerah terkait tindak lanjut pengunduran diri tersebut. Karena di desa tersebut ada terdapat dua kubu masyarakat dan sebagian besar masih menginginkan Alimudin Mahmud menjabat Kades.

“Nanti kita koordinasikan dulu dengan pimpinan (Bupati), karena memang di desa-desa ini banyak masalah,” ujarnya.

Reporter: Murad