PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) kembali mencatatkan prestasi membanggakan, di tingkat nasional setelah masuk dalam jajaran TOP 25 kampus paling berprestasi di Indonesia berdasarkan rilis Pusat Prestasi Nasional tahun 2026.

Dari total 717 perguruan tinggi di Indonesia, Untad menempati peringkat ke-24 nasional dengan capaian 179 prestasi mahasiswa.

Pencapaian ini menjadikan Untad sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang berhasil masuk dalam daftar kampus paling berprestasi versi Puspresnas tahun 2026.

Pemeringkatan tersebut disusun berdasarkan capaian prestasi mahasiswa di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik sepanjang tahun berjalan. Indikator penilaian mencakup kompetisi riset, inovasi, olahraga, seni, debat, hingga kewirausahaan mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Sagaf, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam pengembangan talenta mahasiswa.

“Saya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa apa yang dicita-citakan bidang kemahasiswaan selama ini mulai terlihat hasilnya hari ini dan sangat membanggakan bagi kita semua,” ujarnya, di Palu, Rabu (13/5/2026).

Sagaf menegaskan, bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas, khususnya Rektor Untad, yang terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang.

Menurutnya, prestasi mahasiswa lahir dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari seni, olahraga, keagamaan, sosial, hingga penalaran ilmiah.

Sagaf menjelaskan bahwa Untad menerapkan strategi pembinaan dengan mengidentifikasi potensi mahasiswa sejak awal masuk kuliah, kemudian memberikan pendampingan bagi mahasiswa berprestasi melalui berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan. Selain itu, universitas juga memberikan penghargaan berupa reward hingga pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai bentuk motivasi.

Ia mengakui masih terdapat keterbatasan, terutama pada fasilitas pembinaan dan dukungan pelatih profesional. Namun, menurutnya, keterbatasan tersebut tidak menghalangi capaian prestasi yang diraih mahasiswa Untad.

“Kita memang memiliki keterbatasan dalam fasilitas dan dukungan pelatih profesional, tetapi dengan semangat, dukungan pimpinan, dan kerja bersama, Alhamdulillah hasilnya bisa terlihat hari ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Untad mampu bersaing di tingkat nasional apabila didukung pembinaan yang serius dan berkelanjutan. Ke depan, ia mendorong agar setiap fakultas lebih aktif dalam menyusun program pembinaan mahasiswa secara terencana.

Sagaf juga berharap dosen dapat berperan aktif tidak hanya dalam pembinaan akademik, tetapi juga dalam pengembangan prestasi nonakademik mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam meningkatkan prestasi universitas ke depan.

“Kalau itu berjalan bersama-sama, saya kira Untad bisa melangkah lebih jauh lagi,” tutupnya.

Dipenghujung, Sagaf berharap, masuknya Untad dalam daftar kampus paling berprestasi nasional ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika, untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai capaian prestasi lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. *