MOROWALI, CS – PT International Green Industrial Park (IGIP) terus memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan kawasan industri berbasis nikel dan energi baru di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Perusahaan mengusung pendekatan pembangunan industri hijau yang mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Kawasan industri yang dikembangkan IGIP tidak hanya difokuskan pada investasi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi modern.

Melalui konsep kawasan industri terintegrasi, IGIP memadukan pengembangan industri, teknologi, lingkungan, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan.

Perusahaan menempatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dalam rantai pertumbuhan kawasan melalui prinsip “tumbuh bersama masyarakat” yang diwujudkan lewat berbagai program pemberdayaan ekonomi lokal.

Selain membangun infrastruktur industri, IGIP turut mendorong penguatan usaha masyarakat di Desa Sambalagi dan Desa Were’ea melalui pengembangan usaha berbasis komunitas.

Saat ini, warga mulai menjalankan berbagai usaha pendukung kawasan industri, mulai dari sektor transportasi, konstruksi, kebersihan lingkungan, distribusi pangan hingga layanan operasional lainnya.

Langkah tersebut membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga berperan sebagai pelaku ekonomi yang terlibat langsung dalam rantai pasok industri.

Humas IGIP, Ricco Andrean William, mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

“Pengembangan kawasan industri harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Kami ingin pertumbuhan industri berjalan seiring dengan pertumbuhan komunitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Ricco Andrean William, Jumat (22/5/2026).

Dampak ekonomi dari program tersebut mulai terlihat melalui meningkatnya peluang kerja bagi masyarakat sekitar. IGIP mencatat lebih dari 100 lapangan kerja baru telah tercipta di sektor industri maupun jasa.

Tenaga kerja lokal kini terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan, di antaranya sebagai tenaga konstruksi, pengemudi, petugas kebersihan, tenaga bongkar muat hingga operator layanan logistik.

Untuk mendukung operasional kawasan, IGIP juga menggandeng perusahaan transportasi lokal dengan mengoperasikan 19 kendaraan yang seluruh pengemudinya berasal dari masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, layanan transportasi tersebut telah melayani lebih dari 400 perjalanan dengan nilai pendapatan masyarakat mencapai sekitar Rp464 juta.

Di sektor pangan, perusahaan turut memberdayakan pemasok sayuran lokal guna memenuhi kebutuhan kawasan industri. Sebanyak delapan warga lokal terlibat dalam pengiriman rutin dua kali setiap pekan.

Sepanjang September 2025 hingga Maret 2026, perusahaan telah menyalurkan pembayaran lebih dari Rp2,09 miliar kepada pemasok lokal.

Melalui pola kolaborasi “Perusahaan + Badan Usaha Desa + Masyarakat”, IGIP terus memperluas keterlibatan warga dalam aktivitas ekonomi kawasan.

Pendekatan tersebut dinilai mendorong transformasi tenaga kerja lokal dari pekerjaan manual menuju tenaga terampil dan pelaku usaha mandiri, seiring pengembangan kawasan industri hijau di Morowali.

Reporter: Murad