PALU, CS – Cakupan kepesertaan aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Tengah hingga kini masih berada di bawah target Universal Health Coverage (UHC) nasional.

Hingga 1 Juni 2026, peserta aktif JKN di daerah itu tercatat sebanyak 1.916.454 jiwa atau 89,35 persen dari total penduduk sebanyak 2.144.947 jiwa.

Angka tersebut masih terpaut sekitar 8,65 persen dari target UHC yang mensyaratkan sedikitnya 98 persen penduduk terdaftar dalam program jaminan kesehatan.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Palu, capaian kepesertaan aktif tertinggi berada di Kabupaten Buol sebesar 91,38 persen, disusul Kabupaten Donggala 90,60 persen, Kabupaten Parigi Moutong 90,40 persen, Kabupaten Tolitoli 90,01 persen, Kabupaten Poso 88,49 persen, Kota Palu 88,21 persen, dan Kabupaten Sigi 86,77 persen.

Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Palu, Nurhasannah Kalauw, mengatakan peningkatan cakupan kepesertaan terus menjadi perhatian untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai.

“JKN menjamin biaya pengobatan yang terjangkau, layanan kesehatan yang lengkap mulai dari pencegahan hingga pemulihan, serta melindungi keluarga dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga,” ujarnya saat mempresentasikan capaian Program JKN di Palu, Kamis (18/6).

Menurut dia, peserta aktif JKN di Sulawesi Tengah didominasi oleh segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sebanyak 992.603 jiwa. Selain itu terdapat 268.581 peserta yang didaftarkan pemerintah kabupaten/kota, 147.764 peserta yang didaftarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, 399.045 peserta pekerja penerima upah, 66.233 peserta pekerja bukan penerima upah, dan 42.228 peserta bukan pekerja.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan masih mencatat 91.863 peserta berstatus menunggak iuran. Sebanyak 166.714 jiwa lainnya tercatat dalam status mutasi atau tidak aktif.

Secara nasional, cakupan JKN hingga akhir 2025 telah mencapai 98,62 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 285,7 juta jiwa. Dengan jumlah peserta terdaftar lebih dari 282,7 juta jiwa, Indonesia telah melampaui ambang batas minimum UHC yang ditetapkan sebesar 98 persen.

BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus memperkuat sosialisasi dan mendorong pendaftaran peserta baru serta mengaktifkan kembali kepesertaan yang tidak aktif guna mempercepat pencapaian target UHC di Sulawesi Tengah. *