PALU, CS – Sebanyak 1.916.454 warga Sulawesi Tengah (Sulteng) telah tercatat sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 1 Juni 2026.
Jumlah tersebut setara 89,35 persen dari total penduduk Sulteng sebanyak 2.144.947 jiwa.
Capaian tersebut dinilai memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus mengurangi risiko beban biaya berobat yang kerap menjadi persoalan bagi keluarga, terutama saat menghadapi penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan biaya besar.
Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Palu, Nurhasannah Kalauw, mengatakan Program JKN memberikan jaminan perlindungan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat.
“JKN menjamin biaya pengobatan yang terjangkau, layanan kesehatan yang lengkap mulai dari pencegahan hingga pemulihan, serta melindungi keluarga dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga,” ujarnya saat mempresentasikan capaian Program JKN di Palu, Kamis (18/6/2026).
Menurut dia, peserta JKN dapat mengakses layanan kesehatan di seluruh Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Program tersebut juga menjamin penanganan berbagai jenis penyakit, mulai dari kasus ringan hingga penyakit berat yang memerlukan biaya pengobatan tinggi.
Dari total peserta aktif di Sulawesi Tengah, sebanyak 992.603 jiwa merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung pemerintah pusat. Selain itu, terdapat 268.581 peserta yang didaftarkan pemerintah kabupaten/kota dan 147.764 peserta yang didaftarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu, peserta dari segmen pekerja penerima upah tercatat sebanyak 399.045 jiwa, pekerja bukan penerima upah 66.233 jiwa, dan peserta bukan pekerja sebanyak 42.228 jiwa.
Data BPJS Kesehatan juga mencatat sebanyak 91.863 peserta masih menunggak iuran dan 166.714 jiwa berstatus mutasi atau tidak aktif. Karena itu, upaya sosialisasi dan peningkatan kepesertaan aktif terus dilakukan agar manfaat JKN dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Secara nasional, cakupan kepesertaan JKN hingga akhir 2025 telah mencapai 98,62 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 285,7 juta jiwa.
Dengan capaian tersebut, Indonesia semakin mendekati target Universal Health Coverage (UHC) yang mensyaratkan cakupan minimal 98 persen penduduk.
BPJS Kesehatan berharap peningkatan jumlah peserta aktif di Sulawesi Tengah dapat memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus mencegah warga mengalami kesulitan finansial akibat biaya pengobatan yang tinggi.*


