POSO, CS – Mayoritas cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Poso mendesak pergantian Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Poso menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) X di Kabupaten Morowali pada November 2026 mendatang.

Desakan tersebut mengemuka dalam dua kali rapat koordinasi antara pengurus KONI Poso dan para ketua cabor yang kemudian menyepakati pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 27 Juni 2026. Forum itu akan memilih ketua baru untuk menggantikan Suwardhi Pantih.

Para ketua cabor menilai waktu persiapan menuju Porprov semakin terbatas, sementara sejumlah persoalan internal dinilai menghambat proses pembinaan atlet. Dua isu utama yang menjadi perhatian adalah kesiapan anggaran dan tidak aktifnya Ketua KONI Poso dalam menjalankan roda organisasi.

Perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Poso, Anas Baharudin, mengatakan kondisi tersebut berdampak pada kesiapan cabang olahraga dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Sehingga, kondisi ini menjadi hambatan bagi cabor dalam mempersiapkan atlet untuk tampil di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu,” ujar Anas.

Sekretaris KONI Poso, Abdi Sabuka, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musorkablub merupakan langkah organisasi untuk mempercepat konsolidasi dan memastikan persiapan kontingen Poso berjalan lebih terarah.

“Kami pengurus KONI Poso sudah bertemu Bupati Poso dan Sekda. Intinya, Poso siap ikut Porprov Morowali 2026. Musorkablub ini menjadi bagian dari penataan organisasi agar persiapan atlet dan cabor lebih terarah,” kata Abdi.

Menurutnya, saat ini telah muncul satu nama calon yang dipersiapkan untuk maju dalam Musorkablub. Pengurus berharap proses pemilihan berlangsung lancar dan sesuai ketentuan organisasi.

Di sisi lain, Ketua KONI Poso Suwardhi Pantih melalui kuasa hukumnya, Ade Albert Adriatico Sinay, menyatakan hingga kini kliennya belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana pergantian tersebut.

“Pengurus KONI Poso harus mematuhi tata cara pergantian ketua berdasarkan AD/ART KONI. Jika ada persoalan internal, mekanismenya harus ditempuh sesuai aturan yang berlaku,” tegas Albert melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (24/6/2026).

Musorkablub yang akan digelar akhir pekan ini diharapkan mampu mengakhiri polemik internal organisasi sehingga KONI Poso dapat kembali fokus pada pembinaan atlet dan target prestasi pada Porprov Sulawesi Tengah 2026 di Morowali.

Reporter: Ishaq