PALU, CS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus mendorong pelayanan publik yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satu langkah konkretnya adalah menggelar kursus bahasa isyarat bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan.

Program tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, saat membuka Workshop Perspektif Inklusif Disabilitas dalam Pembangunan Kota di Auditorium Kantor Sekretariat Daerah Kota Palu, Kamis (25/6/2026).

Menurut Imelda, peningkatan kapasitas aparatur menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan publik yang dapat diakses oleh seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

“Melalui Bappeda, kami telah melaksanakan kursus bahasa isyarat bagi aparatur pemerintah yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Ini merupakan salah satu upaya menghadirkan pelayanan yang lebih ramah disabilitas,” ujarnya.

Imelda menegaskan, pembangunan inklusif tidak cukup hanya diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus hadir dalam bentuk layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, Pemkot Palu terus berupaya memastikan seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pelayanan dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Workshop yang digelar Bappeda Kota Palu tersebut turut melibatkan organisasi penyandang disabilitas, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta sejumlah mitra pembangunan guna memperkuat perspektif inklusi dalam perencanaan pembangunan daerah.*