PALU, CS – PT Citra Palu Minerals (CPM) memastikan kegiatan penambangan di area River Reef akan beralih dari metode tambang terbuka (open pit) ke sistem tambang bawah tanah (underground) setelah operasi tambang terbuka berakhir pada 2026.

Direktur PT CPM, Yan Ardiansyah, menjelaskan bahwa transisi tersebut merupakan bagian dari rencana penambangan yang telah disiapkan perusahaan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan kerja.

“Operasi tambang terbuka akan berakhir pada tahun 2026 dan selanjutnya dilanjutkan dengan penambangan bawah tanah. Batas antara open pit dan underground akan menggunakan crown pillar setebal sekitar 40 meter sesuai rekomendasi ahli geoteknik,” ujar Yan saat memaparkan rencana penambangan River Reef, di Palu, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, lokasi operasional tambang bawah tanah berada sekitar tiga kilometer dari permukiman terdekat. Bijih emas yang ditambang memiliki ketebalan sekitar 15 hingga 25 meter, panjang sekitar 300 meter, dan berada pada kedalaman sekitar 200 meter.

Untuk mengakses cadangan bijih tersebut, perusahaan akan membangun jaringan terowongan menuju zona mineralisasi. Pengambilan bijih dilakukan melalui terowongan berukuran 5 x 5 meter dengan total panjang mencapai sekitar empat kilometer yang mengelilingi zona bijih.

Yan menambahkan, bijih hasil penambangan akan diangkut ke pabrik pengolahan untuk menghasilkan dore bullion, sedangkan sisa hasil pengolahan atau tailing akan dicampur dengan semen sebelum dikembalikan ke dalam lubang tambang melalui metode backfilling.

Menurutnya, penerapan metode tersebut bertujuan menjaga stabilitas area bekas penambangan sekaligus mendukung operasional tambang bawah tanah yang aman dan berkelanjutan.

PT CPM menargetkan proses transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah dapat berjalan sesuai rencana sehingga kegiatan produksi di kawasan River Reef tetap berlanjut setelah berakhirnya operasi open pit pada 2026. *