GANDAKI, CS – Pemerintah Provinsi Gandaki secara resmi mengesahkan undang-undang yang mengizinkan budi daya dan pemanfaatan ganja untuk keperluan medis pada Senin (3/8/2026). Langkah ini menjadikan Gandaki sebagai provinsi pertama di Nepal yang melegalkan ganja medis, di tengah aturan hukum nasional yang masih melarangnya secara ketat.

Keputusan tersebut diambil setelah Parlemen Provinsi Gandaki menyetujui rancangan undang-undang (RUU) secara bulat. Dukungan penuh datang baik dari fraksi koalisi pemerintah maupun partai oposisi.

Ketat dan Berizin Resmi

Meski telah dilegalkan di tingkat provinsi, penggunaan ganja tidak serta-merta dibebaskan. Petani yang berminat membudidayakan tanaman ini diwajibkan mengantongi izin (lisensi) resmi dari pemerintah daerah.

Selain itu, seluruh tahapan produksi hingga pendistribusian akan berada di bawah pengawasan ketat otoritas setempat guna mencegah penyalahgunaan.

Gandaki sendiri merupakan satu dari tujuh provinsi di Nepal yang terkenal sebagai destinasi wisata unggulan, mencakup kawasan pegunungan, jalur pendakian populer, hingga kota wisata Pokhara.

Perbedaan Aturan dengan Hukum Nasional Nepal

Langkah Provinsi Gandaki menarik perhatian publik karena bertolak belakang dengan regulasi di tingkat federal/nasional. Hingga saat ini, hukum nasional Nepal masih mengkriminalisasi budi daya, kepemilikan, maupun konsumsi ganja.

Sanksi pidana yang berlaku di tingkat nasional mencakup:

  • Konsumsi/Kepemilikan Pribadi: Ancaman hukuman penjara hingga 1 bulan.
  • Penjualan & Distribusi: Ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun, disesuaikan dengan skala pelanggaran.

Sejarah Panjang Tanaman Ganja di Nepal

Bagi masyarakat Nepal, ganja sejatinya bukan hal baru. Tanaman ini tumbuh secara alami di wilayah pedalaman dan telah sejak lama menjadi bagian dari tradisi keagamaan serta festival lokal.

  • Sebelum Akhir 1970-an: Ganja terintegrasi erat dengan budaya setempat dan menjadi daya tarik kaum hippie internasional.
  • Akhir 1970-an: Nepal menerapkan pelarangan total akibat tekanan kebijakan global yang mengkriminalisasi ganja, sekaligus menghentikan arus pelancong hippie.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok aktivis dan akademisi di Nepal terus mendesak pemerintah untuk meninjau ulang aturan tersebut, mempertimbangkan potensi ekonomi serta pemanfaatan medisnya. Pengesahan di Provinsi Gandaki ini pun menjadi angin segar bagi dorongan legalisasi ganja medis secara lebih luas di negara tersebut.*