Sering membayangkan liburan ke luar negeri untuk sekadar jalan-jalan atau melanjutkan studi? Nyatanya, belum banyak penduduk Indonesia yang berkesempatan untuk mewujudkannya.

Berdasarkan laporan riset terbaru dari Pew Research Center, Indonesia menjadi salah satu negara dengan persentase penduduk terbanyak yang belum pernah menginjakkan kaki di negara lain.

Lantas, bagaimana data selengkapnya dan faktor apa saja yang memengaruhinya? Simak ulasannya berikut ini.

Indonesia Posisi Kedua Terendah di Dunia

Dari total 24 negara yang disurvei, mayoritas warga Indonesia diketahui menghabiskan sepanjang hidupnya di dalam negeri.

  • Sudah pernah ke luar negeri: Hanya 6% warga dewasa Indonesia.
  • Belum pernah ke luar negeri: Mencapai 92% responden.

Angka ini menempatkan Indonesia di urutan kedua terendah dalam hal mobilitas internasional, tepat di atas India yang mencatatkan angka 95% penduduk belum pernah pergi ke luar negeri (hanya 3% yang sudah).

Jurang Pemisah: Negara Maju vs Negara Bermodal Pas-pasan

Laporan ini memperlihatkan korelasi yang sangat kuat antara tingkat pendapatan suatu negara dengan pengalaman bepergian warga negaranya.

Negara-negara berpendapatan tinggi di Eropa mendominasi deretan teratas warga yang paling rajin melancong ke luar negeri:

  • Belanda & Swedia: Nyaris seluruh warganya (99%) pernah bepergian ke luar negeri.
  • Jerman: 96%
  • Inggris: 94%
  • Kanada: 92%
  • Prancis: 90%
  • Australia: 88%
  • Israel: 87%
  • Italia: 86%
  • Spanyol: 84%

pengecualian Unik: Jepang

Meskipun tergolong negara maju berpendapatan tinggi, Jepang berada di tingkat yang relatif moderat. Hanya sekitar 65% warga dewasa Jepang yang pernah berlibur ke luar negeri. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya potensi pariwisata domestik di dalam negeri serta jarak geografis yang cukup jauh dari destinasi internasional utama.

Faktor Penentu Utama Mobilitas Internasional

Pew Research Center mencatat bahwa keinginan dan kemampuan seseorang untuk bepergian ke luar negeri tidak hanya bergantung pada modal keuangan semata. Beberapa faktor utama yang memengaruhi antara lain:

  1. Tingkat Pendapatan Masyarakat: Di banyak negara berkembang, perjalanan internasional masih dianggap sebagai kebutuhan sekunder atau barang mewah.
  2. Kekuatan Paspor & Visa: Kemudahan bebas visa amat menentukan aksesibilitas.
  3. Infrastruktur & Letak Geografis: Akses transportasi udara dan kedekatan antarbatas negara.
  4. Budaya & Kebiasaan: Pola dan preferensi bepergian yang terbentuk secara historis.

Antara Aspirasi dan Minat Berlibur

Menariknya, survei ini juga menyoroti perbedaan besar antara keinginan dan minat bepergian di tiap negara:

  • Tingkat Aspirasi Tinggi: Kenya menjadi negara dengan keinginan bepergian tertinggi di dunia. Sebanyak 81% responden menyatakan sangat ingin berkunjung ke negara lain jika ada kesempatan.
  • Minat Rendah di Indonesia: Dari deretan warga Indonesia yang belum pernah ke luar negeri, sebanyak 27% mengaku tetap tidak berniat/tidak ingin berkunjung ke luar negeri meskipun diberi kesempatan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Brasil (24%), tetapi di bawah India (29%).