NAGEKEO, CS – Bencana gempa bumi berkekuatan M7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu masalah baru berupa kelangkaan air bersih bagi para pengungsi. Kerusakan parah pada jaringan infrastruktur membuat pasokan air saban hari terputus total di sejumlah titik terdampak.
Kondisi memprihatinkan ini salah satunya terjadi di Kabupaten Nagekeo, khususnya Kota Mbay. Kelumpuhan aktivitas ekonomi dan rusaknya fasilitas publik di ibu kota kabupaten tersebut membuat warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di area bencana mengalami kerusakan fatal. Kondisi ini memicu keluhan massal dari ribuan pengungsi yang berada di lokasi penampungan.
“Kalau air sih berat ya. Semua SPAM rusak, dan semua pengungsi mengeluh kekurangan air bersih,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Mengingat pemulihan jaringan perpipaan permanen memerlukan waktu pemetaan yang tidak singkat, pemerintah mengambil langkah darurat. Distribusi air bersih untuk sementara disalurkan memanfaatkan armada mobil tangki yang dihubungkan langsung ke titik-titik hidran utama.
Menteri Dody menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar menjadi tantangan besar karena hampir seluruh pertokoan di Kota Mbay tutup. Hal ini memaksa sebagian warga bergeser ke wilayah tetangga demi mencari barang kebutuhan harian.
“Jadi sementara waktu, karena kerusakannya parah seperti Nagekeo, Nagekeo itu hampir nggak ada toko yang buka, semuanya tutup gitu. Karena kotanya sendiri, ibu kotanya Kota Mbay itu hampir semuanya kena gitu,” tutur Dody.
Ia juga menegaskan bahwa opsi pembuatan sumur bor belum menjadi prioritas utama saat ini. Pemerintah fokus memaksimalkan armada tangki untuk menyuplai hidran penyangga agar distribusi air bisa secepat mungkin menjangkau masyarakat.
Selain air minum, ketersediaan fasilitas sanitasi darurat menjadi fokus penanganan lanjutan. Pemerintah tengah memobilisasi armada mobil toilet ke lokasi pengungsian untuk mencegah timbulnya ancaman masalah kesehatan lingkungan.
“Nanti kemudian kita memikirkan bagaimana sanitasi bisa terlayani. Sementara ini saya lihat sih belum ada mobil toilet segala macam belum ada, tapi ini kita lagi push, armada mobil segera meluncur,” kata Menteri PU.
Pemerintah dan pihak terkait perlu mempercepat distribusi air bersih serta pemulihan fasilitas penyediaan air agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera terpenuhi.
Gempa besar yang mengguncang NTT sebelumnya menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan memaksa ribuan warga mengungsi. Hingga kini, proses penanganan dampak bencana masih berlangsung.*


