Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) dijatuhi hukuman disiplin berat terhadap sejumlah pemain serta staf pelatih tim nasional Argentina. Langkah tegas ini merupakan imbas dari insiden kericuhan massal setelah tim Albiceleste menelan kekalahan dari Spanyol pada babak final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium.

Menurut laporan The Athletic FC, Sabtu (22/8/2026), Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berupa hukuman larangan bertanding hingga akumulasi 21 laga beserta denda finansial dalam jumlah besar bagi para pihak yang terbukti bersalah.

Rincian Sanksi Pemain dan Staf Argentina

  • Leandro Paredes: Menerima hukuman paling berat berupa skorsing 10 pertandingan serta denda US$ 90.000 (sekitar Rp 1,59 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.650). Paredes terbukti melakukan aksi kekerasan dengan mencekik bek Spanyol Eric Garcia dan membanting gelandang Gavi.
  • Nahuel Molina: Dihukum larangan bermain sebanyak 7 laga dan denda US$ 90.000 (Rp 1,59 miliar) usai melayangkan pukulan ke bagian perut gelandang Spanyol, Rodri.
  • Roberto Ayala (Ofisial Tim): Dijatuhi skorsing 3 pertandingan dan denda senilai US$ 30.000 (Rp 529,41 juta) akibat tindakan kekerasan di area lapangan.
  • Thiago Almada: Dikenai sanksi larangan tampil dalam 1 laga dan denda US$ 30.000 (Rp 529,41 juta) atas pelanggaran perilaku tidak sportif.

Gavi Jadi Satu-satunya Pemain Spanyol yang Disanksi

Dari kubu Timnas Spanyol, Komisi Disiplin FIFA hanya menjatuhkan hukuman kepada Gavi. Gelandang muda tersebut dijatuhi larangan bertanding 1 laga serta denda US$ 30.000 (Rp 529,41 juta) lantaran dinilai turut memicu provokasi dan terlibat dalam aksi tidak sportif saat keributan berlangsung.*