PALU, CS – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mulai menunjukkan geliat internasionalisasi kampus. Sebanyak 13 mahasiswa baru dari berbagai negara Asia dan Afrika tercatat menjadi bagian dari 1.675 mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027.
PBAK berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 Agustus 2026, di lingkungan UIN Datokarama Palu.
Dalam pembukaan PBAK, sejumlah mahasiswa internasional diperkenalkan di hadapan peserta. Mereka berasal dari Thailand, Yaman, Filipina, Pantai Gading, Nigeria, Somalia, hingga Ethiopia.
Di antaranya Asaree Tatoleh dari Thailand, Aseem Basheer Raghad dan Mohammed Musaed Ahmed dari Yaman, Henezzy dari Filipina, Sanogo Oumar dari Pantai Gading, Muaz Bello Babajo dari Nigeria, Abdallah Osman Abubakar dari Somalia, serta Walid Ibrahim Mohammedseid dari Ethiopia.
Para mahasiswa tersebut memperkenalkan diri secara langsung di hadapan peserta PBAK yang berjumlah 1.675 mahasiswa baru.
Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman Thahir, mengatakan kehadiran mahasiswa dari berbagai negara memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan PBAK tahun akademik 2026/2027.
Menurutnya, keberagaman latar belakang budaya dan bahasa para mahasiswa internasional justru dipersatukan oleh tujuan yang sama, yakni menuntut ilmu di Kota Palu.
“Para mahasiswa mancanegara ini datang dengan beragam latar belakang budaya dan bahasa, namun disatukan oleh tekad yang sama untuk menuntut ilmu di Kota Palu,” kata Lukman saat menyampaikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pembukaan PBAK Tahun Akademik 2026/2027 di Kota Palu, Sabtu (22/8/2026).
Tidak hanya mahasiswa dari sejumlah negara Asia dan Afrika, UIN Datokarama juga akan kedatangan lima mahasiswa baru asal Palestina.
Lukman mengungkapkan, berdasarkan komunikasi terakhir, kelima mahasiswa tersebut saat ini telah berada di Turki dan tengah bersiap melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.
“Berdasarkan koordinasi dan komunikasi terakhir, lima orang mahasiswa baru UIN Datokarama asal Palestina saat ini telah berada di Turki dan siap menuju Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Lukman, kehadiran mahasiswa dari Thailand, Yaman, Filipina, Pantai Gading, Nigeria, Somalia, Ethiopia, hingga Palestina menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi UIN Datokarama di tingkat global.
Keberagaman tersebut, kata dia, sekaligus menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya dan perspektif yang berbeda selama menjalani kehidupan akademik di kampus.
Namun, di tengah keberagaman itu, Lukman menegaskan PBAK harus tetap menjadi ruang edukasi yang aman dan menyenangkan bagi seluruh mahasiswa baru.
Ia meminta tidak ada praktik kekerasan selama proses pengenalan kehidupan kampus, baik dalam bentuk verbal maupun fisik.
“PBAK yang dilaksanakan mengedepankan konsep edukasi dan menggembirakan. Oleh karena itu, tidak boleh ada kekerasan baik dalam bentuk verbal maupun dalam bentuk fisik,” tegasnya.
Lukman juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
Seluruh civitas akademika diminta dapat menyambut dan merangkul mahasiswa baru, termasuk mahasiswa internasional, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa rasa cemas.
Menurutnya, keberagaman mahasiswa tidak hanya memperkuat atmosfer akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya UIN Datokarama membentuk lulusan yang memiliki wawasan luas dan karakter kemanusiaan.
Dengan hadirnya mahasiswa dari berbagai negara, PBAK UIN Datokarama tahun ini tidak hanya menjadi pintu masuk bagi 1.675 mahasiswa baru mengenal kehidupan kampus, tetapi juga menjadi gambaran semakin terbukanya kampus Islam negeri di Palu terhadap dunia internasional. *


