NTT, CS – Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatatkan kenaikan hingga mencapai 100 orang per Senin (24/8/2026). Lonjakan angka ini didominasi oleh pasien luka berat yang nyawanya tidak tertolong saat perawatan medis.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan perubahan data tersebut dalam jumpa pers resmi.

“Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan ini tidak berhasil diselamatkan,” ujar Suharyanto, Senin (24/8/2026).

Dampak Gempa dan Data Kerusakan

Berdasarkan pendataan bertahap dari tingkat RT hingga nasional, berikut adalah rekapitulasi data dampak gempa Flores hingga hari kedelapan:

  • Korban Jiwa: 100 orang meninggal dunia.
  • Korban Luka: 1.603 orang mengalami luka-luka.
  • Jumlah Pengungsi: 180.327 jiwa bertahan di posko pengungsian.
  • Kerusakan Rumah: 73.818 unit (23.276 rusak berat, 17.563 rusak sedang, 32.979 rusak ringan).
  • Fasilitas Umum: 1.915 unit rusak (sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur).

Suharyanto menambahkan bahwa data fisik tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui secara berjenjang dari bawah ke atas (bottom-up).

Aktivitas Gempa Susulan Capai 6.409 Kali

Laporan BMKG hingga Senin pukul 05.00 WITA merekam total 6.409 kali gempa susulan di Flores dan sekitarnya:

  • Gempa Dirasakan: 139 kali.
  • Magnitudo Terbesar & Terkecil: M 6,2 dan M 1,1 (33 gempa di atas M 5,0).
  • Tren Aktivitas: Mulai menunjukkan penurunan, di mana hanya terjadi 1 kali gempa yang dirasakan warga dalam 24 jam terakhir.

Meski intensitas mereda, BMKG memperkirakan guncangan susulan masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan sebelum struktur bumi kembali stabil.

Distribusi Logistik Gempa Flores

Penyaluran bantuan kemanusiaan makin teratur melalui koordinasi Posko Nasional Halim Perdanakusuma dan dua posko aju di NTT:

  • Total Logistik Masuk via Halim: 1.225 ton (869 ton ke Labuan Bajo & 356 ton ke Maumere).
  • Posko Aju 1 (Labuan Bajo): Melayani Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Stok bantuan tercatat 1.624,23 ton.
  • Posko Aju 2 (Maumere): Melayani Sikka, Ende, Nagekeo, dan Pulau Palue. Logistik masuk sebesar 375,9 ton dengan 258,5 ton telah didistribusikan.

BNPB memastikan stok logistik dari pemerintah pusat maupun pihak swasta langsung disalurkan tanpa tertahan lama di gudang posko demi memenuhi kebutuhan para pengungsi.*